SATELITNEWS.COM, TANGERANG –Suasana religius menyelimuti Kampung Cilongok, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, saat ribuan jemaah memadati kawasan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah dalam rangka Haul ke-25 Abah Sepuh Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abuya Uci Turtusi, serta haul keluarga besar pesantren tersebut, Sabtu (28/3/2026) malam.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, aparat gabungan pun disiagakan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar. Sebanyak 235 personel dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan diterjunkan ke lokasi.
“Sebanyak 235 personel dikerahkan dalam pengamanan kegiatan haul di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah. Personel gabungan ini terdiri dari Kepolisian, Satpol PP, TNI, dan Dishub Kabupaten Tangerang,” kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada kepada Satelit News, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Indra, pengerahan personel dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengatur arus lalu lintas di Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya. Pasalnya, setiap peringatan haul di Ponpes Al-Istiqlaliyah selalu dipadati jemaah, tidak hanya dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah di luar wilayah hingga Provinsi Banten.
“Kegiatan haul ini menjadi perhatian khusus karena tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Bahkan, jemaah banyak juga yang berasal dari luar daerah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Pengamanan juga diperkuat dengan bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah satuan, di antaranya Satuan Brimob Polda Banten sebanyak 12 personel, Direktorat Samapta 30 personel, dan Direktorat Pengamanan Objek Vital 10 personel. Fokus pengamanan mencakup potensi kepadatan lalu lintas, gangguan kamtibmas, hingga tindak kriminalitas seperti pencopetan.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
“Personel ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan rasa aman kepada jemaah,” jelasnya.
Selain itu, personel Brimob turut melakukan sterilisasi area guna memastikan lokasi kegiatan aman dari potensi gangguan. Kesiapan jalur evakuasi juga menjadi perhatian, mengingat kegiatan dihadiri dalam jumlah besar. Pengamanan pun dilakukan dengan pendekatan humanis, mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga jemaah dapat mengikuti kegiatan dengan khusyuk,” tegas Indra.
Di sisi lain, antusiasme jemaah tetap tinggi meski harus menghadapi kepadatan arus lalu lintas. Dayat, salah satu jemaah asal Perumahan Puri Permai, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, mengaku tidak pernah absen mengikuti haul di Ponpes Al-Istiqlaliyah sejak masa KH Uci Turtusi hingga kini dipimpin KH Entoh.
“Setiap haul memang jalanan padat sekali. Tapi saya tiap tahun selalu hadir, bahkan setiap minggu juga datang. Sejak zamannya KH Uci hingga sekarang KH Entoh,” tuturnya.
Baginya, kegiatan haul bukan sekadar tradisi, melainkan momentum yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. (alfian/aditya)
Baca Juga: Jurnalis Tangerang Deklarasikan Environmental Journalist Network, Tanam 10 Ribu Mangrove di Mauk
