SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Laga hidup-mati bakal dilakoni Italia saat menghadapi Bosnia-Herzegovina dalam final play-off Piala Dunia 2026 di Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB. Gli Azzurri tinggal selangkah lagi menuntaskan Impian Panjang tampil di piala dunia setelah absen di 12 tahun alias tiga edisi terakhir.
Kini, semua mata tertuju pada satu pertandingan melawan Timnas Bosnia dan Herzegovina di Bilino Polje. Italia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk kembali ke Piala Dunia dan bergabung di Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss.
Italia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal playoff. Hasil itu membawa mereka ke satu laga terakhir yang menentukan.
Sementara Bosnia menempuh jalan yang lebih dramatis. Mereka harus melewati adu penalti untuk menyingkirkan Wales setelah bermain imbang 1-1.
Pertemuan ini bukan sekadar soal kualitas tim. Atmosfer di Zenica dikenal tidak ramah bagi tim tamu.
Bilino Polje pernah menjadi tempat yang sulit ditaklukkan. Dalam rentang panjang, Bosnia bahkan sempat tak terkalahkan di sana selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Italia Tiga Kali Gagal ke Piala Dunia
Bagi Bosnia, ini adalah kesempatan emas untuk kembali ke Piala Dunia sejak debut mereka di tahun 2014 silam.
Atmosfer makin panas karena bek Italia dan Inter Milan, Federico Dimarco. Video selebrasinya usai Bosnia menang atas Wales viral. Tindakannya dianggap meremehkan. Aksi itu dianggap sebagai bentuk kesombongan yang merendahkan harga diri masyarakat Bosnia. “Bagaimana mungkin saya sombong, sedangkan kita tidak ke Piala Dunia sejak 2014?” bela Dimarco.
Meski telah membantah, provokasi ini kadung membakar semangat militan suporter tuan rumah. Italia harus siap menghadapi tekanan mental yang luar biasa sejak menit awal.
Masalah Italia bukan hanya lawan di depan mata. Ada sesuatu yang lebih dalam: beban mental.
Gelandang Azzurri, Sandro Tonali sempat mengakui bahwa timnya seperti menghadapi “monster” dalam pikiran mereka saat melawan Irlandia Utara. Namun di laga itu juga, Tonali justru menjadi pembeda. Ia mencetak gol dan memberikan assist, seolah menepis keraguan yang sempat membayangi.
Gattuso mencoba mengubah pendekatan. Ia meminta para pemainnya menikmati pertandingan, bukan terbebani oleh ekspektasi.
Baca Juga: Jelang Bosnia vs Italia, Gli Azzurri Jangan Tegang Lagi
Di atas kertas, Italia tetap lebih unggul. Mereka bahkan memiliki catatan head-to-head yang kuat dengan empat kemenangan dari enam pertemuan melawan Bosnia. Tapi sepak bola tidak selalu berjalan sesuai logika.
Bek Timnas Italia Federico Gatti meminta rekan setimnya untuk mengabaikan suara-suara eksternal jelang final playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia-Herzegovina. Biarkan hasil di lapangan yang bicara.
“Segalanya akan berbicara sendiri di lapangan, ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Saya belum pernah bermain di Bosnia, tetapi saya diberi tahu lapangannya kecil, para fan di sana sangat antusias, ini akan menjadi tantangan yang sesungguhnya,” ujar Gatti kepada Rai Sport, dikutip Football Italia.
“Saya tak suka berbicara sebelum laga, saat ini semua orang bisa menilai. Ini adalah laga yang dapat mengubah masa depan kami. Kami harus melihatnya dari perspektif itu dan hanya itu saja. Biarkan saja orang lain berbicara,” jelas bek Juventus itu. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
BOSNIA-HERZEGOVINA (4-4-2): Vasilj; Dedic, Muharemovic, Katic, Kolasinac; Memic, Tahirovic, Sunjic, Alajbegovic; Demirovic, Dzeko
Pelatih: Sergej Barbarez
ITALIA (3-5-2): Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Politano, Barella, Locatelli, Tonali, Dimarco; Kean, Esposito
Pelatih: Gennaro Gattuso
