SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aksi percobaan bunuh diri menggegerkan warga di Jembatan Sungai Cisadane, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (30/3/2026) malam. Seorang pria paruh baya nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari atas jembatan.
Beruntung, aksi dramatis tersebut berhasil digagalkan setelah petugas Kepolisian bersama tim pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 17.50 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel piket fungsi langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan, anggota segera ke lokasi dan melakukan upaya persuasif dengan membujuk korban agar mengurungkan niatnya,” ujar Jauhari.
Situasi di lokasi sempat menegangkan. Korban yang berdiri di tepi jembatan beberapa kali terlihat hendak melompat. Sementara warga yang menyaksikan hanya bisa menahan nafas. Petugas Kepolisian berupaya menenangkan korban dengan pendekatan humanis, sembari membuka komunikasi agar korban bersedia turun.
Di saat bersamaan, Polisi berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran UPT Cibodas untuk memperkuat proses evakuasi. Sinergi kedua tim ini menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa korban. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot, korban akhirnya berhasil dibujuk dan diamankan dalam kondisi selamat. “Korban berhasil dievakuasi dengan bantuan damkar dan langsung diamankan untuk diberikan pertolongan pertama psikologis lebih lanjut,” lanjut Jauhari.
Baca Juga: Bentrokan di Ciledug Lukai Lima Orang
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berinisial Z (59), seorang wiraswasta yang berdomisili di Karawaci. Kepada petugas, ia mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena dilanda depresi akibat penyakit asam lambung yang tak kunjung sembuh. “Korban mengaku mengalami tekanan psikis karena sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh,” ungkapnya.
Usai dievakuasi, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, baik secara medis maupun psikologis. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial terhadap kondisi mental di lingkungan sekitar. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap individu yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan mental. “Jika menemukan kondisi serupa, masyarakat diharapkan segera melaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” pungkas Jauhari. (ari)




























