SATELITNEWS.COM, SERANG – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) mencatat, sebanyak 285.257 anak di Provinsi Banten resiko terkena stunting.
Pernyataan itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Banten Yuda Ganda Putra di acara Rakor Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana), Rabu (1/4/2026).
Yuda Ganda Putra mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan terkait kependudukan dan keluarga berencana termasuk penanganan stunting.
“Tentunya dengan kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kita ingin agar penanganan stunting bisa tertangani,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mencatat angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Banten masih tinggi. Hal itu terjadi karena masih tingginya angka pernikahan remaja di Provinsi Banten.
“Angka kelahiran usia remaja diusia 15 sampai 19 tahun masih tinggi, dan menyebabkan angka kelahiran juga tinggi yaitu 22 per 1000 kelahiran dan ini memiliki dampak tinggi terhadap AKI, AKB dan resiko stunting dan ini harus menjadi perhatian semua kepala daerah,” tambahnya
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Disamping persoalan itu, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Banten Andra Soni karena beberapa prestasi dalam penanganan keluarga berencana. Seperti Program Bangga Kencana, Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan ibu menyusui, dan Balita non PAUD (3B).
“Keberhasilan ini hasil dari orkestrasi pak gubernur dan bupati/wali kota. Pelaksanaan program KB urusan wajib non dasar yang harus dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat,” ujarnya.
“Pengendalian penduduk 1,98 TFR rata-rata anak yang dilahirkan di Banten dan sudah memenuhi standar, di aspek pembangunan keluarga yaitu dilihat dari IPK diangka 64,8 dengan nilai sangat baik,” sambungnya.
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN pada Kemendukbangga Wahidin mengatakan, kementerian dan lembaga tidak lagi punya visi secara khusus, tetapi memiliki kewajiban menterjemahkan visi dan misi presiden.
“Kami tentu banyak untuk SDM Unggul, Berbudaya, dan menguasai IPTEK serta pembangunan yang merata dan inklusif,” katanya.
“Memperkuat pembangunan SDM, Sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” sambungnya lagi.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
Gubernur Banten Andra Soni mengaku pihaknya terus melakukan koordinasi dan kolaborasi terkait penanganan stunting dan lainnya. Oleh karena itu, dia berharap agar pihak BKKBN melibatkan semua pihak dalam menangani berbagai persoalan tersebut.
“Nanti tolong libatkan TPPKK karena mereka ada program dan SPM yang harus dipenuhi karena selama masa kehamilan, ibu hamil ini harus diperiksa minimal enam kali. Kalau atensinya besar ke sana, saya percaya dan yakin persoalan stunting bisa tertangani,” tuturnya.
“Kami ikut mengawasi agar tujuan dari program ini dapat tercapai, 3,5 juta warga Banten dan sekarang banyak orang berlomba-lomba memelihara ayam petelur dan lainnya, sehingga dari 3,5 juta warga ini akan ada peredaran uang 13 triliun,” tutupnya. (adib)
























