SATELITNEWS.COM, LEBAK–Tren penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lebak terus menunjukkan hasil positif. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga menyentuh angka di bawah satu persen.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2021 kemiskinan ekstrem masih berada di angka 2,21 persen. Namun pada 2025, angkanya turun menjadi 0,53 persen.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, menyebut capaian tersebut sebagai progres signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
“Penurunannya cukup drastis. Ini menunjukkan berbagai program yang dijalankan mulai berdampak,” kata Widy, Kamis (2/4/2026).
Selain kemiskinan ekstrem, angka kemiskinan secara umum juga mengalami penurunan. Dari 10,29 persen pada 2021, kini berada di level 8,03 persen pada 2025.
Menurutnya, penurunan ini menjadi indikator bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat Lebak perlahan membaik.
Widy menegaskan, penanggulangan kemiskinan masih menjadi fokus utama pemerintah daerah. Berbagai kebijakan terus diarahkan untuk memperkuat daya tahan masyarakat, mulai dari sektor pangan hingga pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dorong OPD Perkuat Inovasi untuk Raih Dukungan Pusat
“Arahan pimpinan jelas, seluruh perangkat daerah harus fokus pada pengurangan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, pembenahan infrastruktur, hingga pelayanan publik,” ujarnya.
Di sisi lain, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) telah menyiapkan langkah strategis yang lebih terukur. Upaya tersebut mencakup pengurangan beban pengeluaran warga, peningkatan pendapatan, serta penanganan wilayah yang masih menjadi kantong kemiskinan.
Dengan tren yang terus menurun, Pemkab Lebak optimistis angka kemiskinan bisa ditekan lebih jauh, seiring konsistensi program yang dijalankan.(mulyana)

















