SATELITNEWS.COM, SERANG – Memasuki akhir triwulan II, Pemprov Banten baru bisa menarik pendapatan sebesar Rp4,4 Triliun dari total target pendapatan sekira Rp10,083 Triliun atau sekira 44 persen lebih. Idealnya, pendapatan daerah diakhir triwulan kedua minimal 50 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten Berly Rizki Natakusumah mengatakan, pihaknya baru bisa merealisasikan target total pendapatan sekira Rp4,4 Triliun.
Pada triwulan I, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp2,03 Triliun dan terealisasi Rp2,03 Triliun atau mencapai 99,95 persen.
Sementara, pada triwulan II, target pendapatan meningkat menjadi Rp2,37 Triliun dengan realisasi Rp2,10 Triliun atau sebesar 88,90 persen.
“Karena masih banyak masyarakat yang menunda membayar pajak,” katanya, Jumat (24/7/2026).
Meski demikian, lanjutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan I menunjukkan tren positif.
Baca Juga: SOP Pelayanan Cek Fisik Kendaraan Bermotor Di Samsat Ciruas Dikeluhkan
Di triwulan I, PAD ditargetkan sebesar Rp1,38 Triliun dengan realisasi Rp1,19 Triliun atau 86,07 persen. Sedangkan pada triwulan II, realisasinya meningkat menjadi Rp1,64 Triliun dari target Rp1,72 triliun atau mencapai 95,39 persen.
“Menguatnya capaian PAD tersebut, ditopang oleh penerimaan pajak daerah yang hampir memenuhi target pada triwulan II,” tandasnya.
Berly menerangkan, dari total pendapatan daerah itu, target PAD 2026 ditetapkan sebesar Rp7,494 Triliun yang bersumber dari penarikan berbagai jenis pajak.
Target pajak daerah pada triwulan I, sebesar Rp1,23 Triliun dan terealisasi sekira Rp1,09 Triliun atau 89,24 persen.
Sedangkan pada triwulan II, realisasi pajak daerah mencapai Rp1,49 Triliun dari target Rp1,51 Triliun atau sebesar 99,06 persen.
“Ini yang menjadi penyebab, mengapa PAD kita menguat, yakni dari pajak daerah,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Keuangan Pemerintah Dihidupi Pajak, Anggota DPRD Banten Sebut OPD Terkait Kurang Inovatif

















