SATELITNEWS.COM, LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu langkah yang didorong yakni setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang bertugas memeriksa keberadaan jentik nyamuk secara rutin.
Pengelola Program DBD Dinkes Kabupaten Lebak, Ina Indriani, mengatakan hingga Juli 2026 tercatat sekitar 300 kasus DBD di Kabupaten Lebak.
Angka tersebut menjadi perhatian sehingga masyarakat diminta lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan.
Menurut Ina, keberadaan Jumantik di setiap rumah berperan penting dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD.
Pemeriksaan jentik perlu dilakukan secara berkala, terutama pada tempat-tempat yang berpotensi menampung air.
Baca Juga: Sepanjang 2026, Sebanyak 391 Warga Lebak Terserang DBD
“Masing-masing rumah harus punya Jumantik atau juru pemantau jentik. Mereka bertanggung jawab memeriksa apakah ada jentik atau tidak,” kata Ina.
Selain membentuk Jumantik, masyarakat juga diminta rutin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 Plus dengan menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan langkah pencegahan lainnya.
Ina menjelaskan, Dinkes terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial hingga penyuluhan di puskesmas, posyandu, dan desa.
“Upaya kami sejauh ini melakukan promosi kesehatan melalui media sosial, berkoordinasi dengan puskesmas untuk penyuluhan di kegiatan posyandu maupun desa, serta terus mengedukasi masyarakat agar melaksanakan PSN 3 Plus sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, genangan air bersih yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti bertelur. Karena itu, tempat penampungan air di sekitar rumah perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sarang nyamuk.
“Imbauannya bersih-bersih lingkungan, karena nyamuk ini berasal dari lingkungan itu sendiri. Kalau ada genangan air yang tidak terpakai lalu nyamuk bertelur di situ, maka akan berkembang menjadi nyamuk penyebab DBD,” jelasnya.
Baca Juga: HIV Mengintai Lebak, Dinkes Catat 32 Kasus hingga April 2026
Selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga dianjurkan melakukan kerja bakti membersihkan rumah dan sekitarnya sedikitnya sekali dalam sepekan.
Ina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala DBD. Warga yang mengalami demam tinggi lebih dari dua hari disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan tidak mengandalkan pengobatan sendiri.
“Jangan membeli obat sendiri. Lebih baik segera datang ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa,” tandasnya. (mulyana)

















