SATELITNEWS COM, TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, menargetkan 180.000 balita usia sembilan hingga lima tahun menerima imunisasi measles atau campak, sebagai satu upaya merespons penekanan kasus campak di Indonesia.
“Kita kemarin dapat edaran dari Kementerian Kesehatan, melalui Dinas Kesehatan Provinsi untuk melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization). Artinya, kita melakukan imunisasi terhadap semua balita dari usia 9 bulan sampai 5 tahun tanpa memandang status imunisasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi kepada satelitnews.com, Kamis (2/4/2026).
Ia mengatakan, pemberian imunisasi campak tambahan ini dilakukan terhadap semua balita baik itu kepada anak yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi campak lengkap maupun baru. Hal tersebut, katanya, guna meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak dari paparan virus menular.
“Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan anak kita, sehingga nanti mereka juga kalau ada paparan virus campak akan terhindar,” tandasnya.
Hendra juga mengatakan, untuk secara teknis pelaksanaan imunisasi campak ini telah dilalukan sejak 30 Maret 2026. Namun, pemberian secara massal atau Outbreak Response Immunization, dilakukan pada dua pekan ke depan yang bakal digelar di seluruh unit Puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Untuk pelaksanaan itu di Puskesmas seluruhnya. Jadi Puskesmas yang biasa Posyandu, di sana akan melaksanakan,” ucapnya.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Tangerang Temukan 203 Kasus HIV Baru, Mayoritas Usia Produktif
Sementara, untuk distribusi vaksin campak balita ini, pemerintah Kabupaten Tangerang telah menerima alokasi sebanyak 180 ribu yang diglontorkan oleh pemerintah provinsi dengan sesuai cakupan target yang ditentukan.
“Vaksin kita sudah dapat dari provinsi, sudah datang sebanyak itu. Alokasinya sesuai dengan jumlah target kita,” paparnya.
Saat ini, tambah Hendra, terdapat tiga kecamatan sebagai wilayah terbanyak ditemukan kasus campak pada balita. Yang mana, berdasarkan data periode Januari hingga Maret 2026 sedikitnya ada 140 kasus.
“Yang terbanyak di wilayah Teluknaga, Pasar Kemis dan Pagedangan. Dan sekarang ini, Januari sampai Maret itu kita ada 140 kasus. Sebelumnya 2025 itu ada 180 kasus. Makanya, kita menghindari lagi jangan terlalu meningkat lagi,” tukas dia. (alfian).

















