SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan, kegiatan istighotsah bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar batin melalui doa untuk mendorong kemajuan daerah.
Demikian disampaikan Bupati Dewi, saat menghadiri acara istighotsah dalam rangka Hari Jadi Ke-152 Kabupaten Pandeglang, yang digelar di Pendopo Pandeglang, belum lama ini.
“Malam ini kita merasa bahagia, karena banyak para ulama yang turut mendoakan kemajuan Pandeglang,” ungkap Bupati Dewi.
Menurutnya, pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pandeglang tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh masyarakat dan generasi muda.
“Pandeglang tidak akan maju hanya oleh Dewi-Iing saja. Kemajuan akan terwujud, apabila kita semua bersatu, bergandengan tangan dan saling mendukung sesuai dengan peran masing-masing,” ujarnya.
Bupati Dewi juga berharap, melalui istighotsah ini, keberkahan dan kemudahan senantiasa menyertai setiap langkah pembangunan di Kabupaten Pandeglang, sehingga cita-cita menjadikan Pandeglang yang maju, religius dan sejahtera dapat tercapai.
Baca Juga: Bupati Dewi: Purna Tugas Sebagai ASN Bukan Akhir Pengabdian
Sementara, dalam tausiyahnya, K.H. Budi Muhibin menyampaikan, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat. Justru, menurutnya, perbedaan merupakan anugerah yang dapat saling melengkapi satu sama lain.
“Perbedaan itu adalah rahmat. Jangan dijadikan alasan untuk berselisih, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkuat persatuan,” tutur K.H. Budi Muhibin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagai landasan dalam membangun daerah yang lebih baik.
Kegiatan istighotsah tersebut, dihadiri oleh para ulama, pejabat Forkopimda, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Sekda Pandeglang Asep Rahmat, para Asisten Daerah, Kepala Badan, Dinas, bagian, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, serta masyarakat umum. (mardiana)
























