SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dampak konflik Timur Tengah mulai dirasakan pedagang tradisional di Kabupaten Lebak. Salah satunya adalah adanya kenaikan harga sejumlah jenis plastik. Kondisi ini membuat pedagang, khususnya penjual bumbu dapur, harus memutar otak agar keuntungan tidak anjlok.
Seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung, Meti (46), mengaku lonjakan harga plastik terjadi sejak akhir Maret 2026. Kenaikan tersebut dinilai cukup signifikan dalam waktu singkat. “Sebelumnya saya beli Rp45 ribu per pak, sekarang jadi Rp65 ribu. Naiknya langsung tinggi,” kata Meti, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, plastik merupakan kebutuhan utama untuk membungkus dagangan. Dalam sehari, dirinya bisa menghabiskan hingga lima ikat plastik. Akibat kenaikan harga tersebut, ia terpaksa mengubah cara pengemasan agar lebih hemat. “Biasanya satu plastik untuk seperempat kilo, sekarang saya akalin disatukan jadi satu kilo dalam satu plastik,” ujarnya.
Meti menjelaskan, sebelumnya pembelian bumbu seperti cabai, tomat, dan bawang dipisah sesuai jenis. Namun kini, beberapa jenis bumbu digabung dalam satu plastik untuk menekan penggunaan kemasan. “Sekarang kalau beli seperempat-seperempat, saya satukan jadi satu plastik. Biar hemat,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Muhammad Balia (52). Ia menyebut hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga sejak 31 Maret 2026. “Yang tadinya Rp 9 ribu per pak, sekarang jadi Rp15 ribu. Semua plastik naik,” kata Balia.
Menurutnya, kenaikan harga plastik berdampak langsung pada pola penjualan. Pedagang kini lebih memilih menggabungkan beberapa jenis barang dalam satu kemasan untuk mengurangi biaya operasional. “Biasanya dipisah, sekarang disatukan supaya hemat plastik,” jelasnya.
Baca Juga: Kenaikan HET Belum Diumumkan, Harga MinyaKita di Lebak Sudah Rp 21 Ribu/Liter
Meski demikian, para pedagang mengaku belum menaikkan harga jual barang dagangan. Mereka masih berupaya mempertahankan harga agar tidak memberatkan pembeli. “Harga jual masih normal, belum naik. Tapi ke depan tergantung kondisi,” ujarnya.
Para pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil sehingga tidak semakin menekan usaha kecil di pasar tradisional. “Mudah-mudahan bisa turun lagi seperti semula,” harap Balia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, membenarkan adanya kenaikan harga plastik di pasaran. “Akan terus kita memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas kebutuhan pelaku usaha kecil,” katanya. (mulyana)

















