SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kondisi Pasar Semi Rangkasbitung yang kerap dikeluhkan masyarakat ternyata tidak semata disebabkan persoalan infrastruktur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menilai, perilaku pedagang yang tidak tertib menjadi faktor utama yang memperparah kondisi pasar.
Kepala Disperindag Lebak, Rully Edward, mengungkapkan banyak pedagang justru memilih berjualan di luar area yang telah disediakan. Bahkan, sejumlah titik seperti area parkir hingga akses jalan dimanfaatkan untuk lapak dagangan. “Banyak pedagang meninggalkan tempat yang sudah disiapkan. Hampir seluruh ruang di luar zona dagang dipakai untuk berjualan,” kata Rully, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tata kelola pasar menjadi tidak teratur dan menimbulkan kesan kumuh. Padahal, pemerintah daerah telah berupaya menyediakan fasilitas agar aktivitas jual beli bisa berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian pedagang yang lebih memilih menyampaikan keluhan melalui media sosial dibandingkan melapor langsung kepada pemerintah. Padahal, berbagai persoalan seperti genangan air dan saluran mampet telah ditangani secara bertahap. “Kalau ada masalah seharusnya disampaikan ke kami. Kami pasti tindak lanjuti. Jangan langsung diviralkan,” ujarnya.
Rully mengakui, Pasar Semi masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi. Namun, ia menegaskan kondisi pasar yang terlihat semrawut juga tidak lepas dari ulah pedagang yang mengabaikan aturan.
Fenomena pedagang berjualan di luar lapak, lanjutnya, dipicu kekhawatiran kehilangan pembeli. Banyak pedagang berebut posisi strategis di bagian depan pasar, sehingga lapak di dalam justru kosong. “Semua ingin di depan agar mudah terlihat pembeli. Akibatnya, bagian dalam pasar tidak terisi,” jelasnya.
Baca Juga: Kenaikan HET Belum Diumumkan, Harga MinyaKita di Lebak Sudah Rp 21 Ribu/Liter
Pasca libur Idulfitri, pihaknya juga menemukan kembali pedagang yang nekat berjualan di area terlarang, khususnya di Jalan Sunan Kalijaga, lokasi awal sebelum dilakukan relokasi. Bersama Satpol PP, Disperindag pun melakukan penertiban. “Setelah Lebaran cukup banyak yang kembali ke lokasi lama. Alasannya karena masih suasana Syawal, mereka mengira diperbolehkan,” ungkapnya.
Untuk memperbaiki kondisi pasar, Pemkab Lebak telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembenahan sarana dan prasarana guna menciptakan pasar yang lebih tertata dan layak.
Disperindag berharap, perbaikan fisik yang dilakukan dapat diimbangi dengan kesadaran pedagang dalam mematuhi aturan, sehingga Pasar Semi Rangkasbitung bisa menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi pengunjung.
Salah seorang pedagang Pasar Semi yang enggan namanya disebutkan mengaku, terpaksa berjualan meninggalkan lapak yang disediakan pemerintah. Menurutnya, untuk berburu pembeli dirinya terpaksa mengikuti pedagang lainnya yang merangsak keluar gedung yang disediakan.
“Ya kalau di dalam dagangan kita gak kelihatan sama pembeli. Ya, agar dagang bisa terjual saya ikut sama pedagang lainnya meninggalkan lapak dan berjualan di luar gedung,” singkatnya. (mulyana)
Baca Juga: Gate Parkir Pasar Sampay Lebak Diaktifkan Kembali, Pedagang: Kami Dibohongi

















