SATELITNEWS.COM, LEBAK – Puluhan warga Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Lebak, Rabu (8/4). Massa mendesak DPRD memanggil Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
Aksi tersebut merupakan buntut polemik antara bupati dan wakil bupati yang terjadi usai kegiatan halalbihalal dan dinilai telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Koordinator lapangan aksi, Ade Surnaga, mengatakan DPRD sebagai representasi rakyat harus bersikap tegas menyikapi persoalan tersebut.
“Kami meminta DPRD benar-benar menjadi perwakilan rakyat. Segera panggil bupati dan wakil bupati untuk meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi,” kata Ade dalam orasinya. Menurutnya, polemik yang terjadi tidak hanya menjadi konsumsi internal pemerintahan, tetapi telah berdampak luas dan menjadi isu publik. Ia menilai peristiwa tersebut mencoreng citra kepemimpinan daerah di mata masyarakat. “Dampaknya jelas, masyarakat merasa malu. Ini menyangkut etika dan sikap pemimpin di hadapan publik,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan sedikitnya 10 tuntutan kepada pemerintah daerah. Selain mendesak permintaan maaf terbuka, mereka juga meminta adanya perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak di wilayah pelosok. “Pembangunan jangan hanya terpusat di perkotaan, tapi juga harus merata sampai ke desa-desa,” ucapnya.
Tak hanya itu, massa juga menyoroti kondisi Pasar Semi yang dinilai belum layak digunakan. Mereka meminta pemerintah mengembalikan pedagang ke lokasi semula di Jalan Sunan Kalijaga hingga fasilitas pasar diperbaiki. “Kondisi pasar saat ini tidak representatif. Banyak fasilitas rusak dan tidak ada penataan yang baik,” katanya.
Selain itu, massa turut mendesak dilakukannya audit terhadap sejumlah proyek yang bersumber dari APBD, termasuk pembangunan alun-alun dan kawasan agrowisata yang dinilai perlu evaluasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Lebak maupun DPRD terkait tuntutan massa tersebut.
Baca Juga: Dua Terduga Begal di Lebak Babak Belur Dihajar Massa
Aksi berjalan dengan pengawalan aparat keamanan dan berlangsung tertib. Kalau mau, saya bisa tambahkan narasumber pembanding (DPRD atau Pemkab) supaya lebih kuat secara kaidah jurnalistik dan berimbang. (mulyana)
























