SATELITNEWS.COM, LEBAK – Dua pria yang diduga melakukan aksi begal di kawasan Bojong Juruh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi bulan-bulanan massa setelah tertangkap warga yang mengejar mereka hingga ke Kampung Gintung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping. Kedua terduga pelaku kini telah diamankan Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/7/2026). Kedua terduga pelaku yang diketahui berasal dari Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, itu akhirnya diamankan polisi setelah sebelumnya sempat diamuk warga. Salah satu terduga pelaku diketahui masih berusia di bawah umur karena lahir pada 2010.
Kapolsek Banjarsari Iptu Muhamad Hazali Alfian mengatakan, kedua terduga pelaku telah dibawa ke Mapolsek Banjarsari untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menjemput keduanya dari wilayah Malingping setelah diamankan masyarakat.
“Iya, pelakunya dua orang. Saya tadi yang jemput dari Malingping,” kata Alfian saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (22/7/2026).
Alfian menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika seorang perempuan melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Bojong Juruh. Saat berada di lokasi, tas kecil milik korban yang diletakkan di bagian dasbor sepeda motor diduga diambil oleh kedua pelaku.
Korban yang menyadari barang bawaannya diambil kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu membuat warga sekitar mengetahui kejadian tersebut dan langsung melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku yang berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Gegara Bikin “Gaduh” Bupati-Wakil Bupati Lebak Didesak Minta Maaf Secara Terbuka
“Pengejaran berlanjut hingga memasuki wilayah Kecamatan Malingping. Kedua terduga pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga di Kampung Gintung, Desa Cipeundeuy. Dalam proses penangkapan tersebut, keduanya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan,” jelasnya.
Alfian mengatakan, kawasan Bojong Juruh yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit memang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian kepolisian. Kondisi lingkungan yang relatif sepi membuat petugas rutin melakukan patroli untuk mencegah terjadinya tindak kriminal.
“Ya lumayanlah, kan di situ sawit. Makanya kita sering patroli di situ,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pengendara perempuan yang membawa barang berharga. Masyarakat diminta tidak menaruh tas atau barang penting di bagian depan sepeda motor karena mudah dijangkau pelaku.
“Simpan barang berharga, jangan simpan di dasbor. Soalnya pelaku mengincar korban perempuan yang menyimpan barang-barang di depan,” pungkasnya.
Sekretaris Desa Cipeundeuy Tomi Hadiwijaya membenarkan adanya penangkapan dua orang yang diduga terlibat aksi kejahatan. Menurutnya, warga menangkap terduga pelaku secara terpisah.
“Pelaku pertama ditangkap sekitar pukul 17.30 WIB, kemudian yang kedua sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Gintung,” ujar Tomi.
Baca Juga: Warga Tangerang Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Kontrakan di Lebak
Meski penangkapan berlangsung di wilayah Desa Cipeundeuy, Tomi memastikan lokasi aksi pencurian tersebut bukan berada di wilayah desanya. Kedua terduga pelaku, kata dia, masuk ke wilayah Cipeundeuy setelah berusaha kabur dari kejaran warga di lokasi kejadian.
“Kejadiannya bukan di wilayah desa saya, tetapi di Bojong Juruh. Pelakunya lari dikejar warga, kemudian berhasil ditangkap di desa kami,” jelasnya.(mulyana)

















