SATELITNEWS.COM, LEBAK–Lonjakan dugaan kasus Campak di Kabupaten Lebak membuat Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan. Orang tua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan diminta segera memanfaatkan layanan Posyandu untuk melengkapi imunisasi dasar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak, Nining Tilawah, menegaskan bahwa imunisasi merupakan benteng utama dalam mencegah penyebaran penyakit menular berbahaya pada anak.
Menurutnya, Posyandu bukan hanya tempat memantau pertumbuhan balita, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memastikan anak memperoleh perlindungan dari penyakit seperti campak, difteri, tetanus, hingga pertusis. “Perlindungan terbaik bagi anak adalah imunisasi. Ini penting agar mereka tidak mudah terserang penyakit menular,” kata Nining, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, anak yang telah diimunisasi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih siap melawan infeksi. Dampaknya, jika terpapar penyakit, kondisi yang dialami tidak akan separah anak yang belum mendapatkan vaksin. Sebaliknya, balita yang belum pernah diimunisasi dinilai lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan serius, bahkan komplikasi.
Di sisi lain, Dinkes Lebak masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Salah satunya adalah kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping pascaimunisasi, seperti demam. Padahal, kata Nining, kondisi tersebut merupakan reaksi normal tubuh dan bersifat sementara. “Demam ringan setelah imunisasi itu wajar dan bisa ditangani. Tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.
Selain faktor tersebut, rendahnya cakupan imunisasi juga dipengaruhi persoalan sosial di lingkungan keluarga. Masih ditemukan orang tua yang belum mendapatkan persetujuan dari pasangan, serta kendala waktu akibat tuntutan pekerjaan harian. “Ada ibu yang sebenarnya mau, tapi terkendala izin keluarga. Ada juga yang harus bekerja setiap hari sehingga sulit meluangkan waktu ke Posyandu,” ungkapnya.
Baca Juga: Cegah Hantavirus, Dinkes Lebak: Tutup Akses Tikus
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinkes bersama jajaran puskesmas terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat. Pendekatan dilakukan melalui kegiatan Posyandu hingga melibatkan tokoh masyarakat agar pesan pentingnya imunisasi dapat diterima lebih luas.
Upaya tersebut dilakukan seiring dengan temuan ratusan kasus dugaan campak di Lebak. Data terakhir mencatat sebanyak 322 anak masuk kategori suspek. Meski belum ada laporan kematian, kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Balita menjadi kelompok usia yang paling rentan terhadap penularan campak. Karena itu, Dinkes menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui imunisasi lengkap. “Jangan menunggu sakit. Lebih baik mencegah dengan imunisasi agar anak tetap sehat dan terlindungi,” tandas Nining.(mulyana)




























