SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran tumpukan limbah terjadi di kawasan Jalan Pajajaran, Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Minggu (12/4/2026) malam. Api yang membakar material mudah terbakar itu memicu respons cepat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan laporan kejadian diterima pada pukul 22.28 WIB dari Komandan Regu (Danru) UPT Cibodas. Dalam rentang waktu dua menit, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. “Petugas berangkat pukul 22.30 WIB dan tiba di tempat kejadian kebakaran pukul 22.40 WIB,” ujar Mahdiar saat dikonfirmasi oleh SatelitNews.Com, Senin (13/4/2026).
Sebanyak 25 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman tersebut. Mereka didukung tujuh unit armada, masing-masing tiga unit dari UPT Periuk, satu unit dari Pos Keroncong, serta tiga unit dari Markas Komando (Mako). Kobaran api yang melahap tumpukan limbah seluas kurang lebih 150 meter persegi membuat proses pemadaman berlangsung alot. Petugas harus bekerja ekstra karena material yang terbakar tergolong mudah menyala dan sulit dipadamkan secara cepat.
“Petugas berjibaku sepanjang malam untuk mengendalikan api. Kondisi material limbah yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri di lapangan,” kata Mahdiar. Setelah upaya intensif selama hampir tujuh jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 05.28 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. “Proses pendinginan dilakukan hingga pukul 06.30 WIB sebelum seluruh personel kembali ke posko,” ujarnya.
Selain membakar tumpukan limbah, kebakaran tersebut juga menghanguskan dua unit kendaraan roda empat yang berada di sekitar lokasi. Meski demikian, tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali. “Status saat ini sudah hijau. Situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman,” kata Mahdiar. (ari)




























