SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Diduga menjadi korban kekerasan, seorang pelajar tingkat SMA/SMK berinisial SAW (16) ditemukan tewas mengambang di ujung muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kamis (9/4) lalu. Kepolisian pun memanggil dua orang saksi bernama Jukri dan Ita guna penyelidikan mendalam, Minggu (12/4).
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Indra Waspada, mengatakan bahwa pada Kamis (9/4) pihaknya menerima laporan terkait penemuan mayat laki-laki yang mengenakan seragam SMA/SMK, mengapung dan tersangkut di kayu di ujung muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan penyebab kematian korban.
“Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah, salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan,” kata Indra Waspada kepada Satelit News, Minggu (12/4).
Setibanya di lokasi, jajaran Kepolisian Resort Kota Tangerang langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Indra menyebut, korban diketahui berinisial SAW (16), seorang pelajar asal Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan. Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan mengalami luka pada bagian dada sebelah kanan dan tangan kanan, sehingga diduga menjadi korban kekerasan.
“Di bagian dada kanan dan tangan kanan terdapat luka. Diduga, SAW merupakan korban kekerasan,” ujarnya.
Tidak jauh dari lokasi penemuan mayat, petugas juga menemukan sepeda motor yang diduga milik korban dalam kondisi terkunci stang di area pemakaman. Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Balaraja guna dilakukan visum.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas
“Jenazah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” tandasnya.
Guna memperdalam penyelidikan, Kepolisian Resort Kota Tangerang juga telah memeriksa dua orang saksi, yakni Jukri dan Ita. Berdasarkan keterangan awal para saksi, korban diduga terlibat dalam aksi tawuran bersama beberapa rekannya. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi secara utuh.
Indra Waspada menegaskan, Polresta Tangerang berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah keterlibatan dalam aksi kekerasan.
“Namun demikian, kami masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi secara utuh dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya. (alfian/aditya)

















