SATELITNEWS.COM, SERANG – Lebih dari seratus personel Polda Banten dan personel gabungan, disiagakan untuk mengamankan aksi demo buruh pada peringatan May Day atau hari buruh. Tindakan itu dilakukan, agar aksi demonstrasi berjalan aman dan kondusif.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan jajarannya dalam peringatan hari buruh yaitu dengan menyiapkan ratusan persoel dan melakukan simulasi pengamanan.
“Dalam simulasi ini diperagakan tahapan eskalasi situasi, mulai dari kondisi kondusif, provokasi, pelemparan terhadap petugas, hingga pengrusakan dan penjarahan oleh pengunjuk rasa, termasuk potensi penyusupan kelompok anarko seperti yang terjadi pada Agustus sampai September 2025,” katanya, Senin (20/4/2026).
Hengki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kesiapan Polda Banten bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait. Maksudnya, agar peringatan hari buruh tetap berlangsung kondusif dan tidak terjadi tindak melebihi batas.
“Kegiatan ini merupakan wujud kesiapan Polda Banten bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman kepada para buruh, sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan prosedur melalui Latihan Sispam Kota dalam pengamanan unjuk rasa, baik saat May Day maupun kegiatan lainnya,” tambahnya.
Hengki menjelaskan, pengamanan dan simulasi tersebut mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, yang mengatur tahapan dalam pengamanan unjuk rasa.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut
“Pengamanan unjuk rasa terdiri dari empat tahapan, yakni situasi hijau dengan pendekatan humanis oleh negosiator Polwan dan Dalmas awal, situasi kuning saat terjadi gangguan ringan yang ditangani dengan pengendalian diri dan Dalmas lanjut,” ujarnya.
“Situasi meningkat dengan penanganan oleh PHH Brimob, serta situasi merah atau anarkis yang ditindak tegas dan terukur oleh Brimob sesuai prosedur,” sambungnya.
Hengki memgatakan, berdasarkan hasil rapat bersama serikat pekerja KSPSI hingga saat ini di wilayah Polda Banten tidak terdapat aksi unjuk rasa. Sebagai gantinya, pihaknya melaksanakan kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial bersama TNI dan Polri, pemerintah, dan masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan hiburan.
“Kegiatan ini digelar di Serang pada 3 Mei serta di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang pada 2 atau 3 Mei. Selain itu, kami juga mengawal buruh yang berangkat ke Monas, Jakarta, pada 1 Mei agar arus lalu lintas tetap lancar dan situasi kondusif,” pungkasnya.
“Mari kita bersama-sama melakukan pengecekan informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Apabila membutuhkan klarifikasi, masyarakat dapat menghubungi call center pengaduan Polda Banten melalui nomor 110, kemudian tekan angka 0 untuk berbicara langsung dengan operator,” tutupnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, May Day merupakan hari buruh dimana para pekerja menyampaikan aspirasinya. Kegiatan itu harus bisa dipastikan keamanannya dan kondusifitas ketika kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang
“Tentunya kita ingin agar para buruh tetap bisa menyampaikan aspirasinya, tetapi kondisi juga tetap kondusif dan aman. Peran serta Polri dan TNI serta semua pihak terkait sangat penting,” imbuhnya. (adib)
























