SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Karena jalan di simpang Alun-alun, tepatnya di samping Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pandeglang, rusak dan banyak berlubang lagi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, turunkan tim lapangan.
Mereka melakukan perbaikan cepat, dengan menambal sejumlah titik jalan berlubang di lokasi tersebut. Agar tidak menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas), dan pengendara dapat lebih nyaman saat melintasinya.
Perbaikan jalan ini dilakukan, setelah adanya keluhan dari para pengendara dan masyarakat mengenai kondisi jalan yang berlubang, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Proses penambalan dan perbaikan jalan berlubang, tepatnya pas jalan menikung depan Kantor BPKAD Kabupaten Pandeglang, selesai dalam waktu singkat, Rabu (22/4/2026) malam.
Perbaikan oleh pihak DPUPR Pandeglang, untuk memastikan akses transportasi di pusat kota kembali nyaman.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang Andrian Wisduwan mengatakan, perbaikan jalan kembali dilakukan karena kondisi jalan berlubang.
Baca Juga: Jalan Sitanala Kota Tangerang Mulai Dilebarkan
“Dapat membahayakan pengguna jalan. Sehingga semalam, pas kebetulan cuaca bagus maka kita laksanakan perbaikan penambalan jalan berlubang,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Penambalan jalan berlubang, katanya, menggunakan hotmik. Sementara ini, itu yang dapat dilakukannya.
“Ini yang kesekian kalinya, dilakukan pemeliharaan ruas jalan. Karena memang, kondisi jalan kembali rusak akibat dilintasi kendaraan overtonase,” klaimnya.
Kemudian, titiknya itu pas belokan. Sehingga, saat kendaraan bermuatan overtonase melintas dan menginjak rem, menyebabkan tekanan beban dua kali lipat.
“Karena manuver pas tikungan itu, kendaraan melakukan pengereman dan bebannya menjadi lebih besar. Sehingga, membuat badan jalan baru juga selesai ditambal kembali berlubang,” ujarnya.
Andrian menambahkan, khusus pada titik lokasi itu, Ia akan mengusulkan perbaikan menggunakan betonisasi. Dengan spesifikasi beton jalan nasional.
Baca Juga: Minim Rambu, Proyek Jalan di Cibadak Lebak Diduga Picu Kecelakaan
“Kita pakai beton FS 45. Salah satu jenis beton dengan mutu tinggi, yang sering digunakan dalam proyek konstruksi jalan nasional,” tandasnya.
Usulan betonisasi ini, Andrian menerangkan, kemungkinan pada APBD Perubahan. Kalau secara estimasi itu kebutuhannya kurang dari Rp400 juta.
“Estimasi itu, jalan akan dibeton kurang lebih 400 meter. Kebutuhan biayanya kurang dari Rp400 juta,” tukasnya.
Seorang pengendara yang melintasi jalur tersebut, Sutiana mengatakan, perbaikan jalan berlubang itu harus dikerjakan dengan serius, jangan asal – asalan.
Menurutnya, pihak terkait tetap harus mengedepankan kualitas yang baik, daripada hanya ingin pekerjaannya cepat selesai atau selesai dalam waktu beberapa jam saja.
“Kualitasnya harus bagus, jangan asal diperbaiki. Nanti 3 atau 5 bulan kedepan sudah rusak lagi, kan berarti kualitas perbaikannya enggak baik,” pungkasnya.
Baginya, itu merupakan jalur protokol yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus , dan segera diperbaiki tanpa menunggu kerusakan parah.
“Apalagi karena sudah ada korban, baru diperbaiki. Seharusnya, pemeliharaan jalan itu rutin, jangan menunggu rusak dulu,” imbuhnya. (mardiana)
























