SATELITNEWS.COM, LEBAK–Hujan yang mengguyur kawasan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada Jumat sore, tak mampu menghentikan langkah ribuan Suku Adat Baduy. Dengan berjalan kaki dan formasi rapi, sekitar pukul 16.00 WIB mereka tiba di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, Jumat (24/4/2026). Kondisi itu tak ayal menghadirkan suasana yang tak hanya khidmat, tapi juga sarat makna.
Rombongan warga adat yang mengenakan pakaian khas hitam putih untuk Baduy Dalam dan biru kehitaman untuk Baduy Lua datang dengan pengawalan aparat TNI-Polri serta iringan sejumlah pejabat Pemkab Lebak. Meski hujan terus mengguyur, langkah mereka tetap tegap, seolah menjadi simbol kuatnya tradisi yang tak tergoyahkan zaman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M Holis, menyebutkan sekitar 1.500 warga Baduy turut serta dalam prosesi Seba tahun ini. Ia secara simbolis menyerahkan kedatangan masyarakat adat tersebut untuk melaksanakan rangkaian ritual tahunan yang sarat nilai budaya.
“Kurang lebih 1.500 warga Baduy yang datang untuk melaksanakan Seba,” ujarnya.
Setibanya di pendopo, rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Dalam sambutan singkatnya, ia mengungkapkan bahwa puncak pelaksanaan Seba Baduy akan digelar pada malam hari.
Di sisi lain, antusiasme warga yang memadati area pendopo tak kalah mencuri perhatian. Meski diguyur hujan, mereka tetap bertahan demi menyaksikan momen langka tersebut secara langsung.
Baca Juga: Gubernur Banten Terima Ribuan Warga Baduy, Dalam Prosesi Seba Baduy
Restifa, warga Kalanganyar, mengaku sengaja datang bersama anaknya untuk melihat kedatangan masyarakat Baduy. Ia mengaku takjub dengan ketertiban dan kekuatan langkah mereka.
“Saya sampai merinding melihatnya. Mereka jalan kaki jauh, tetap rapi dan tertib, walaupun hujan tidak berhenti,” katanya.
Kedatangan ribuan Baduy itu bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik langkah sunyi yang mereka tempuh, tersimpan pesan tentang kesederhanaan, keteguhan, dan ketaatan pada adat. Di tengah derasnya hujan, aura sakral itu terasa begitu kuat—membuat siapa pun yang menyaksikan sejenak terdiam dan terkesima.(mulyana)
