SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Sebanyak 77 calon jemaah haji asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan batal berangkat pada musim haji 1447 Hijriah. Pembatalan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari administrasi, ekonomi, hingga kondisi kesehatan jemaah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Tangerang Selatan, Rizki Waludin menjelaskan bahwa total jemaah haji Tangsel tahun ini mencapai 1.125 orang termasuk petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 orang tidak dapat berangkat sesuai jadwal.
“Sebanyak 61 jemaah terkendala masalah administrasi. Selain itu, ada 10 orang yang sudah melunasi biaya haji namun menunda keberangkatan karena alasan ekonomi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Tak hanya itu, faktor kesehatan juga menjadi penyebab signifikan. Tercatat dua jemaah mengalami sakit permanen sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat, serta tiga jemaah yang sudah masuk embarkasi terpaksa batal berangkat karena kondisi medis serius.
“Di antaranya ada yang harus menjalani cuci darah akibat penyakit stadium lanjut, mengalami pendarahan otak, hingga patah tulang akibat kecelakaan menjelang keberangkatan,” jelas Rizki.
Selain itu, satu jemaah dilaporkan meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Menurut Rizki, jemaah yang batal berangkat karena alasan kesehatan akan diprioritaskan untuk keberangkatan di tahun berikutnya, dengan catatan telah memenuhi syarat istitha’ah atau kelayakan kesehatan.
“Jadi mereka untuk tahun ini kita batal tunda. Jadi boleh tahun berikutnya untuk mereka berangkat ketika mereka sudah memenuhi standar istituahnya. Kesehatan sudah berubah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya pengurangan jumlah jemaah, dipastikan tidak ada pengganti dikarenakan dari segi waktu tidak memungkinkan. Mekanisme penggantian atau pelimpahan porsi baru dapat dilakukan pada musim haji berikutnya.
“Untuk saat ini tidak ada pengganti, karena untuk digantikan sebenarnya bisa dilimpah porsi namanya. Tetapi waktu yang tidak memungkinkan, maka mereka kalau mau diganti di tahun berikutnya,” ucapnya.
Diketahui, untuk musim haji tahun ini, jemaah Tangsel terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 02, 04, 21, dan 23. Sementara itu, satu kloter tambahan terakhir dari Banten juga disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan tertentu.
Menariknya, terdapat jemaah termuda berusia 15 tahun atas nama Danisa Gaisan yang berangkat melalui Kloter 21. Ia berangkat sebagai penerima pelimpahan porsi dari orang tuanya. Sementara jemaah tertua yang telah diberangkatkan berusia 85 tahun dan masuk dalam prioritas lanjut usia. (eko)
Baca Juga: CKG di Lebak Diserbu Warga
























