SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kenaikan harga kantong plastik yang menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak memicu perubahan kebiasaan di masyarakat. Di tengah pembatasan penggunaan plastik oleh pedagang, warga kini mulai menggunakan sarung sebagai alternatif wadah belanja.
Fenomena ini dalam dua pekan terakhir terlihat di Kecamatan Cikulur, khususnya Desa Muncangkopong. Sejumlah pembeli yang biasa mengandalkan kantong plastik, kini datang membawa perlengkapan sendiri dari rumah untuk mengangkut barang belanjaan.
Idot (46), salah seorang pemilik warung, mengaku sudah mulai terbiasa membawa sarung setiap kali berbelanja ke agen sembako. Menurutnya, langkah itu dilakukan agar tetap bisa berbelanja dalam jumlah banyak meski tanpa kantong plastik.
“Sekarang kalau belanja buat isi warung, saya bawa sarung sendiri. Isinya bisa macam-macam, dari jajanan, minyak, sampai kebutuhan rumah,” ujarnya, Senin (27/4/2026). Ia menuturkan, perubahan kebiasaan tersebut terjadi setelah para pedagang tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis akibat harganya yang terus merangkak naik. “Dulu selalu dikasih plastik, sekarang sudah jarang. Jadi saya siasati saja bawa dari rumah,” katanya.
Meski harus beradaptasi, Idot mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Ia menilai, situasi ini menjadi bagian dari penyesuaian di tengah tekanan ekonomi. “Enggak keberatan, yang penting tetap bisa belanja,” ucapnya.
Sementara, pedagang sembako, Iwan (40), membenarkan adanya pembatasan penggunaan kantong plastik di lapaknya. Ia menyebut, kebijakan tersebut diambil untuk menekan biaya operasional yang kian meningkat, terutama saat penjualan tengah lesu. “Kalau tetap pakai plastik seperti biasa, biaya jadi besar. Sekarang kami kurangi, bahkan ada yang berbayar,” jelasnya.
Baca Juga: Karya Bakti TNI Skala Besar Tuntaskan Pembangunan Jalan 18 Km di Cimanggu Pandeglang
Ia mengakui, kebijakan tersebut sempat membuat pelanggan terkejut. Namun, seiring waktu, sebagian besar mulai memahami kondisi yang dihadapi para pedagang. “Awalnya banyak yang kaget, tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Ada juga yang tetap minta plastik, tapi ya harus bayar,” pungkasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, mengatakan kenaikan harga kantong plastik dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku serta distribusi di tingkat nasional. Menurutnya, dampak tersebut tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga menyasar UMKM hingga pedagang kecil di daerah.
“Kenaikan harga ini memang terjadi secara bertahap dan berdampak ke pelaku usaha, termasuk pedagang sembako. Namun demikian, kita belum bisa memberikan solusi lantaran intervensi pemerintah hanya terhadap haraga sembako,” ujarnya.
Rully menambahkan, pihaknya mendorong pelaku usaha dan masyarakat untuk mulai menggunakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik. “Ini juga bisa menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Kami mengimbau masyarakat membawa wadah sendiri saat berbelanja,” tandasnya. (mulyana)





















