SATELITNEWS.COM, LEBAK–Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak dipastikan dalam kondisi aman untuk menopang musim tanam April–Mei 2026. Pemerintah daerah menjamin, stok yang ada masih mencukupi kebutuhan petani hingga penghujung tahun.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menyampaikan bahwa persediaan pupuk saat ini relatif longgar. Hal itu terlihat dari tingkat penyaluran yang masih rendah dibandingkan dengan total kuota yang disediakan pemerintah.
“Untuk pupuk urea, Lebak memperoleh alokasi mencapai 23,16 juta kilogram. Namun, hingga kini baru sekitar 2,68 juta kilogram yang tersalurkan atau sekitar 11,57 persen. Kondisi serupa juga terjadi pada pupuk NPK, dari total kuota 25,44 juta kilogram, realisasi distribusi baru menyentuh 4,12 juta kilogram atau 16,19 persen,” kata Deni, Selasa (28/4/2026).
Sementara pupuk organik, dari jatah 390 ribu kilogram, penyalurannya masih sangat kecil, yakni sekitar 6.460 kilogram atau 1,66 persen. “Rendahnya serapan ini menunjukkan stok masih sangat tersedia. Artinya, kebutuhan petani ke depan masih bisa dipenuhi tanpa kendala,” ujar Deni.
Ia menegaskan, dengan kuota yang cukup besar, potensi kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Lebak hingga akhir 2026 dinilai kecil. Pemerintah pun terus mengawasi distribusi agar berjalan sesuai ketentuan. Adapun harga pupuk bersubsidi tetap mengacu pada ketetapan pemerintah. Urea dijual Rp1.800 per kilogram atau Rp90 ribu per sak, sedangkan NPK Rp1.840 per kilogram atau Rp92 ribu per sak melalui kios resmi.
Deni juga mengingatkan, pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus menghindari potensi penyimpangan di lapangan .
Baca Juga: Jaga Ketahan Pangan Lebak Miliki 5.197 Hektare Lahan Baku Sawah
Di tingkat petani, kondisi pasokan yang stabil mulai dirasakan manfaatnya. Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung, Ruhiana, mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk subsidi pada musim tanam kali ini. Menurutnya, distribusi yang lancar membuat petani lebih percaya diri dalam menggarap lahan. Ia bahkan menyebut kebutuhan pupuk kelompoknya dapat terpenuhi sepenuhnya melalui kios resmi.
“Sekarang lebih mudah, kami beli 25 kilogram pupuk urea dan langsung tersedia. Ini sangat membantu petani,” ungkapnya. Dengan ketersediaan pupuk yang terjaga, pemerintah berharap produktivitas pertanian di Kabupaten Lebak dapat terus meningkat, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.(mulyana)
























