SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Sidang paripurna DPRD Kota Tangerang dengan ageda Penyerahan Keputusan DPRD tentang Rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali kota Tangerang Tahun 2025 pada Rabu (29/4/2026) menyampaikan sedikitnya 30 rekomendasi hasil pembahasan bersama mitra kerja di berbagai panitia khusus (pansus). Dalam paripurna yang berlangsung singkat itu, rekomendasi mencakup sejumlah sektor prioritas. Mulai dari pelayanan dasar hingga penguatan kinerja anggaran daerah.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, mengatakan rekomendasi tersebut lahir dari pembahasan lintas komisi yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas layanan publik. “Banyak rekomendasi yang kita hasilkan, kurang lebih ada 30. Di antaranya berkaitan dengan peningkatan pelayanan dasar, sarana pendidikan, kesehatan, serta capaian prioritas anggaran,” ujar Rusdi kepada awak media.
Di sektor kesehatan, DPRD menyoroti percepatan peningkatan fasilitas, termasuk rencana pembukaan rumah sakit daerah Panunggangan Barat (Panbar) serta pengadaan alat kesehatan. Sementara di bidang pendidikan, perhatian diberikan pada peningkatan kapasitas sekolah negeri, penanganan keluhan terkait kerja sama dengan sekolah swasta, serta perbaikan sarana prasarana pendidikan. “Masih ada aduan terkait layanan pendidikan, termasuk keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Ini harus kita dorong agar ke depan kapasitasnya meningkat,” katanya.
Di sektor transportasi, DPRD meminta adanya peningkatan kualitas layanan transportasi publik, termasuk penambahan fasilitas halte dan perbaikan kecepatan layanan. Selain itu, pelayanan administrasi kependudukan juga menjadi sorotan untuk terus ditingkatkan. Persoalan lingkungan seperti banjir dan pengelolaan sampah turut masuk dalam rekomendasi. DPRD menekankan pentingnya strategi pengelolaan sampah berbasis sumber dengan pelibatan masyarakat serta penguatan kerja sama lintas pihak.
“Penanganan sampah harus melibatkan masyarakat dan dilakukan dari sumbernya. Ini perlu program yang lebih terstruktur,” ujar Rusdi. Terkait mekanisme penyampaian, Rusdi menjelaskan bahwa rekomendasi tidak seluruhnya dibacakan dalam rapat paripurna. Hal ini karena hasil pembahasan langsung disampaikan kepada mitra kerja masing-masing komisi untuk ditindaklanjuti.
Sementara, mengenai serapan anggaran, DPRD menyebut realisasi anggaran tahun sebelumnya telah berada di atas 90 persen. Namun, angka detail akan dibahas lebih lanjut setelah laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai dilakukan.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa
“Kalau serapan anggaran secara umum di atas 90 persen. Untuk detailnya nanti dibahas dalam LPJ setelah audit BPK,” kata Rusdi. Ia juga menambahkan bahwa sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) merupakan hasil akhir yang ditetapkan setelah proses audit resmi oleh BPK.
DPRD Kota Tangerang menegaskan bahwa seluruh rekomendasi akan dikawal oleh masing-masing komisi sesuai mitra kerja, guna memastikan target dan capaian pembangunan daerah dapat terealisasi secara optimal. Isi lengkap rekomendasi DPRD Kota Tangerang: LAMPIRAN SK DPRD TH 2026 TENTANG LKPJ 2025 FINAL 28 APRIL 2026 (1)
Sementara Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan DPRD akan menjadi perhatian serius dan segera diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan ke depan. “Kami memastikan seluruh rekomendasi yang disampaikan DPRD akan ditindaklanjuti. Ini bukan sekadar catatan, tetapi menjadi prioritas untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sachrudin.
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkot Tangerang telah menyampaikan LKPJ Tahun 2025 yang memuat gambaran penyelenggaraan pemerintahan secara menyeluruh, mulai dari capaian indikator makro pembangunan, kinerja keuangan daerah, pelaksanaan program prioritas, hingga berbagai penghargaan yang diraih sepanjang tahun. Menurutnya, rekomendasi DPRD memiliki peran strategis sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Berbagai masukan yang telah disusun melalui kajian dan analisis akan kami tindaklanjuti dalam dokumen perencanaan, serta menjadi dasar perbaikan program dan kegiatan di setiap perangkat daerah,” jelasnya. Dalam rekomendasinya, DPRD Kota Tangerang menekankan sejumlah poin strategis yang perlu segera ditindaklanjuti, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan berbasis digital, serta optimalisasi penyerapan anggaran agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Selain itu, DPRD juga mendorong penguatan program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan dan pengendalian banjir, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Tak hanya itu, peningkatan kinerja perangkat daerah agar lebih responsif, transparan, dan akuntabel juga menjadi perhatian, termasuk penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan investasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK
Lebih lanjut, Sachrudin, menuturkan, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. “Rekomendasi ini menjadi pedoman bagi kami untuk terus berbenah, memperkuat sinergi, dan memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dengan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang, juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Tangerang atas pembahasan LKPJ yang telah dilakukan secara menyeluruh, konstruktif, dan penuh tanggung jawab. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas perhatian serta masukan yang diberikan. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (made)
























