SATELITNEWS.COM, LEBAK–Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lebak bagian selatan selama beberapa jam memicu terjadinya longsor di Kampung Cinangka, RT 03/RW 02, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten. Tebing setinggi sekitar 50 meter dilaporkan ambruk dan menimbun sejumlah kebun serta sawah milik warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
“Longsor menyebabkan sembilan petak sawah dan tiga kebun milik warga tertimbun material tanah,” ujar Sukanta di kantornya, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama dua hari satu malam sebelum kejadian. Bahkan saat petugas tiba di lokasi, kondisi masih diguyur gerimis sehingga memperbesar potensi terjadinya longsor susulan.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tiga hektare lahan pertanian terancam gagal panen. Total terdapat 12 bidang lahan terdampak yang terdiri dari sembilan petak sawah dan tiga kebun milik warga.
Adapun lahan yang tertimbun di antaranya milik Fahrudin seluas 11.479 meter persegi, Jumri (3.190 meter persegi), Sawira (9.908 meter persegi), Dadang (1.421 meter persegi), Sarfian (2.694 meter persegi), Harun (1.288 meter persegi), dan Saiman (1.147 meter persegi).
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
“Secara keseluruhan ada 12 bidang lahan yang mengalami kerusakan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
BPBD Kabupaten Lebak telah melakukan penanganan awal dengan turun langsung ke lokasi bersama aparat Desa Cibarani dan masyarakat setempat. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Kecamatan Cirinten serta instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian, untuk langkah penanganan lanjutan.
Sukanta mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca di Kabupaten Lebak saat ini masih tidak menentu dan berpotensi memicu bencana serupa.
“Cuaca masih sering turun hujan, terutama sore hingga malam hari. Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (mulyana)
























