SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten menargetkan produksi padi ditahun 2026 sebanyak dua juta ton lebih. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun 2025 yany hanya sekira 1,8 juta ton.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distan Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melaksanakan program Luas Tambah Tanam (LTT) disemua wilayah pertanian di Banten. Tujuannya, agar target produksi padi dua juta ton lebih dapat terealisasi.
“Target kita di atas 2 juta ton, saat ini tahun 2025 lalu kita mencapai 1,8 juta ton. Minimal di atas angka yang telah kita raih tahun sebelumnya,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Nasir mengatakan, salah satu upaya yang gencar dilakukan yaitu melakukan pengembangan produksi pangan disemua wilayah Banten. Serta melengkapi semua sarana dan prasarana penunjang ketahanan dan produksi pangan di wilayah Provinsi Banten.
“Intervensi pemerintah darah dalam upaya optimalisasi potensi pertanian untuk pengembangan berbagai komoditas pangan. Penguatan SDM petani dengan penguatan teknologi sektor pertanian,” tambahnya.
“Mengoptimalkan semua potensi infrastruktur yang sudah ada seperti pompanisasi, pipanisasi, alsintan baik prapanen maupun pascapanen serta jaminan pasar komoditas serta penyiapan input produksi secara memadai termasuk bibit unggul,” sambungnya.
Baca Juga: Anggaran Tenaga Ahli Pemprov Banten Fantastis, Eko Susilo: Semua OPD Diminta Lakukan Evaluasi
Saat ini, kata Nasir, tim LTT Provinsi Banten bekerja sama dengan tim LTT Distapang Kota Serang bersinergi melaksanakan gerakan tanam padi untuk mencapai target LTT baik bulanan maupun tahunan.
“Tim LTT pusat juga dari Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangandan, Tenaga Ahli Menteri Kementan serta Kepala BRMP Banten serta para kelompok dan petani hadir di kawasan lahan sawah Sawah luhur Kecamatan Kasemen, Kota Serang, hamparan lahan sekitar 3.000 hektare,” ujarnya.
“Agar target LTT Padi tercapai, untuk mencapai luas tanam, mencapai luas panen sehingga produksi padi Banten meningkat sesuai target yang telah di tetapkan. Lahan-lahan yang potensial siap tanam habis panen harus segera ditanam,” tutupnya. (adib)

















