SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Institut Asyifa Indonesia (IASI) menggelar prosesi pengambilan sumpah dan janji atau Capping Day bagi mahasiswa Program Studi D III Kebidanan, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Golden Tulip Hotel Tangerang itu diikuti oleh 25 mahasiswi kebidanan.
Rektor IASI, Dr. Mahmudin mengatakan, Capping Day menjadi penanda bahwa mahasiswa telah menyelesaikan masa pembelajaran teori dan siap memasuki tahap praktik di lapangan. Dalam prosesi tersebut, para mahasiswi dikukuhkan langsung oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangerang.
“Semoga Capping Day ini menjadi proses yang baik sekaligus catatan penting bahwa mahasiswa D III Kebidanan harus menjalani pendidikan dengan penuh kesadaran, moralitas, serta tanpa memandang perbedaan terhadap setiap klien yang ditangani,” ujar Mahmudin.
Menurutnya, prosesi tersebut bukan hanya seremoni akademik, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter calon tenaga kesehatan yang profesional dan beretika. Selain prosesi pengambilan sumpah, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Kongres Advokat Indonesia Cabang DKI Jakarta, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangerang, dan Yayasan Handayani Foundation.
Mahmudin menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi sekaligus mendukung fasilitas pembelajaran bagi seluruh mahasiswa di Institut Asyifa Indonesia. “Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas kelembagaan pendidikan perguruan tinggi dan menyiapkan fasilitas proses pembelajaran bagi seluruh mahasiswa di IASI,” katanya.
Sementara, Dika selaku perwakilan kampus berharap Capping Day perdana tersebut menjadi momentum bagi perguruan tinggi kesehatan untuk terus mengedepankan sikap, etika, dan moralitas mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan. Ia menilai, Capping Day memiliki arti penting bagi mahasiswi kebidanan karena menjadi bukti bahwa proses pembelajaran teoritis telah dijalankan sesuai kurikulum dan standar akademik yang berlaku.
“Setelah proses teori selesai, tahap berikutnya adalah menyiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Mereka harus memiliki bekal yang cukup, baik secara ilmu maupun etika profesi,” ujarnya. Ia menambahkan, pengukuhan oleh bidan senior dan IBI Kota Tangerang menjadi bentuk legitimasi bahwa para mahasiswi telah siap menjalani praktik lapangan. “Dengan dikukuhkan langsung oleh bidan senior dan IBI Kota Tangerang, itu menjadi bentuk legalisasi bahwa mereka sudah siap terjun ke lapangan dan melakukan praktik,” tandasnya. (made)