SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, pejual hewan kurban di wilayah Kabupaten Pandeglang mulai marak. Tidak sedikit para penjual hewan kurban sedang membuat lapak dan menjajakan hewan kurban seperti domba, kerbau dan sapi di sepanjang Jalan Raya Pandeglang-Labuan.
Salah seorang pemilik lapak hewan kurban di Kampung Cigondang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Herman (42) mengatakan, sudah menyiapkan sebanyak 58 ekor domba yang siap dijual untuk kebutuhan kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti. Domba yang dijualnya itu bukan berasal dari Kabupaten Pandeglang, tetapi didapat olehnya dari luar daerah.
“Kalau dombanya ini dikirim dari wilayah Garut. Saya baru menyiapkan 58 ekor domba saja, dan belum ada yang terjual karena baru saja selesai dimandikan dan dipajang hari ini,” kata Herman, Kamis (16/7).
Hingga saat ini, dia telah menggeluti bisnis jual domba itu berjalan sekitar tiga tahun. “Sudah lama saya jualan domba, kurang lebih sudah tiga tahun lah,” ujarnya.
Menurut Herman, biasanya setiap hari itu bisa laku 3-5 ekor. Namun katanya, itu penjualan tahun lalu dan untuk tahun ini belum bisa diprediksi, karena baru mulai berjualan lagi.
“Kalau yang sudah-sudah per hari minimal 3 ekor bisa nyampe 5 ekor. Kalau sudah dekat ke hari H, bisa 15 -17 ekor per hari. Pokoknya tiap tahunnya selama satu bulan itu tidak kurang dari 60 ekor yang bisa saya jual, kalau tahun ini belum tahu ya,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
Soal harga kata Herman, tergantung jenis domba yang diinginkan para pembeli. Namun harga termurah domba yang dijajakanya itu tidak kurang dari Rp3,5 juta dan yang paling mahal mencapai Rp7 juta.
“Harga itu tergantung bobot tubuh domba itu sendiri. Kalau saya sih menjual harga paling murah itu Rp3,5 juta dan termahal itu ada yang Rp5 juta dan ada juga yang Rp7 juta,” jelasnya.
Herman memastikan, domba yang dijualnya itu tidak dalam keadaan sakit atau memiliki penyakit. Adapun sewaktu-waktu ada yang tidak sehat, tidak bakal dijual olehnya.
“Ciri-ciri domba yang tak sehat itu dari matanya keluar air mata menerus, selalu loyo dan tidak nafsu makan. Tapi, alhamdulillah selama ini tidak pernah ada yang seperti itu,” pungkasnya.
Herman menambahkan, kebanyakan yang beli kepadanya, dombanya itu tak langsung diambil. Namun dititipkan terlebih dahulu sampai hari Idul Adha mendekati 3-2 hari lagi.
“Biasanya para pembeli yang memilih domba ditempatnya tidak secara langsung dibawa ke rumahnya, namun dititipkan sampai hari Idul Adha tiba. Kalau misalkan mati, pasti diganti karena ada asuransinya,” tandasnya.
Baca Juga: Unma Banten Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026
Terpisah, Sekretaris Distan Kabupaten Pandeglang, Nasir mengatakan, para penjual hewan kurban harus miliki dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kata dia, SKKH itu bakal didapat oleh penjual kurban, setelah hewan kurbannya dilakukan pemeriksaan oleh dinasnya.
“Penjual harus punya legalitas SKKH. Untuk mendapatkan SKKH, para penjual harus mengajukan kepada kami agar hewan kurban yang mereka jual dicek kesehatannya,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























