SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Scarf merah putih masih melingkar di leher Herman Sulistyo ketika hidupnya berakhir di jalan raya, Minggu (7/6/2026) dini hari. Tokoh senior Pramuka Kota Tangerang yang akrab disapa Kak Herman itu meninggal setelah ditabrak kendaraan Truk Fuso saat bersepeda. Sepekan kemudian, keluarga, sahabat, dan anggota Pramuka berkumpul untuk mengenang jejak pengabdiannya yang puluhan tahun dicurahkan bagi pembinaan generasi muda.
Dalam tahlil dan doa bersama tujuh hari wafatnya Kak Herman di depan Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Sabtu (13/6/2026) malam, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut almarhum sebagai sosok yang telah meninggalkan teladan bagi masyarakat. “Beliau bukan hanya hadir sebagai sosok yang memberikan motivasi, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian, kepedulian, dan semangat untuk membangun generasi penerus yang berakhlak dan berkarakter,” kata Sachrudin.
Sachrudin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang mengatakan, kontribusi Kak Herman dalam berbagai kegiatan kepramukaan dan kemasyarakatan telah meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota Pramuka dan masyarakat untuk melanjutkan nilai-nilai yang selama ini diwariskan almarhum, seperti keikhlasan, kebersamaan, dan semangat melayani. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah beliau tanamkan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya.
Ungkapan tersebut disampaikan Sachrudin saat menghadiri kegiatan tahlil dan doa bersama mengenang tujuh hari wafatnya Kak Herman, Sabtu (13/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di depan Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang itu dihadiri keluarga, sahabat, anggota Pramuka, serta masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Suasana haru menyelimuti jalannya doa bersama. Sejumlah peserta tampak mengenang kiprah almarhum yang selama puluhan tahun aktif membina generasi muda melalui berbagai kegiatan kepramukaan di Kota Tangerang. Kak Herman yang memiliki nama lengkap Herman Sulistyo bin R. Sentot Sugriyo lahir di Solo pada 21 Juli 1955. Ia meninggal dunia pada Minggu (7/6/2026) dini hari akibat kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Bandung, Terduga Pelaku Tabrak Lari Tokoh Pramuka Tangerang Ditangkap
Saat kejadian, almarhum diketahui tengah bersepeda dan masih mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan scarf merah putih. Sebuah kendaraan roda empat diduga menabrak almarhum sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kepergian tokoh senior Pramuka Kota Tangerang itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gerakan Pramuka. Bagi banyak anggota Pramuka, Kak Herman dikenang sebagai pembina yang sederhana, dekat dengan anggota, dan konsisten menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui doa bersama tersebut, keluarga besar Pramuka Kota Tangerang berharap semangat dan keteladanan yang diwariskan almarhum dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun karakter serta menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (ari)
