SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Sedikitnya 10 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 40 jiwa, warga penghuni tetap (Huntap) Kampung Palimping RT 02 RW 03, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, was was dan resah dengan adanya longsoran tanah yang terjadi sejak Januari 2026 lalu.
Informasi yang dihimpun, longsoran tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter dan lebar sekitar 50 meter itu, terjadi akibat hujan deras yang kerap mengguyur wilayah sekitar sejak beberapa bulan lalu.
Sayangnya, hingga kini kondisi tersebut belum ada penanganan atau belum ditindaklanjuti oleh pihak terkait, baik Pemerintahan Kecamatan Sumur, maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
Seorang warga setempat, Alus (35) menyatakan, hampir setiap malam warga resah dan gelisah, bahkan nyaris tidak tenang saat hendak tidur.
“Mau tidur tenang bagaimana pak, takut ad apa-apa kalau malam. Makanya, sejak longsor di belakang pemukiman kami ini, warga di sini kebingungan dan ingin segera ada tindaklanjut dari pihak terkait,” kata Alus, Selasa (23/6/2026).
Katanya, longsoran itu semakin melebar dan sudah mendekat ke pemukiman warga Huntap, jaraknya sekitar 10 meteran, malah ada yang sudah sekitar 5 meteran.
Baca Juga: Belasan CPU Hingga Laptop Milik SMK Azzahra Nusantara Banjar Pandeglang Raib Dimaling
Warga lainnya, Adnan mengaku, resah dan tidak tenang semenjak terjadi longsoran tanah itu. Bahkan, mau meninggalkan rumah untuk bekerja saja, kebingungan.
“Pagi-pagi biasanya kami (bapak – bapak,red), keluar rumah kerja. Tapi, semenjak terjadi longsoran ini, mau kerja saja khawatir meninggalkan keluarga di rumah,” tukasnya.
Ia juga berharap, ada tindaklanjut segera dari pihak terkait, atas peristiwa tersebut. Sehingga, warga lebih tenang dan nyaman menempati Huntap tersebut.
Sementara, Koordinator Boedak Suang Rescue (BSR) Kecamatan Sumur, Agus Aspuri dan Rusyana menyatakan, pihaknya sudah melakukan assesment dan monitoring ke lokasi, untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.
“Hasil monitoring kami, betul ini sangat membahayakan warga dan mengkhawatirkan. Sehingga, perlu ada tindak lanjut dan reaksi cepat penanganan, sebelum ada korban,” ungkap Agus.
Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan dilaporkan ke pimpinannya di BSR, berkoordinasi dengan aparatur desa, kecamatan dan untuk diteruskan ke Pemkab Pandeglang.
Baca Juga: Wisata Alam Pegunungan Di Pandeglang Makin Dilirik, Disparbud Ingatkan Pendaki Soal Ini
Ditegaskannya, ia sangat tidak menginginkan korban bencana tsunami Selat Sunda tahun 2018 silam ini, kemudian menjadi korban bencana lainnya. (mardiana)
