SATELITNEWS.COM, LEBAK – Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Ancaman kekeringan dan krisis air bersih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Feby Rizky Pratama mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan, terdapat sebanyak 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih saat musim kemarau berlangsung. “Sebanyak 90 desa di 23 kecamatan telah kami petakan sebagai wilayah rawan kekeringan dan kesulitan air bersih selama musim kemarau,” kata Feby, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan sejak awal agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika kondisi kekeringan mulai terjadi. Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD Lebak telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya tiga unit mobil tangki air bersih dan lima unit toren yang nantinya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Kami sudah menyiapkan armada dan sarana pendukung lainnya untuk membantu masyarakat apabila terjadi kekeringan dan krisis air bersih,” ujarnya.
Selain ancaman kekeringan, BPBD Lebak juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, mengingat kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Feby juga meminta pemerintah desa untuk aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat. Apabila ditemukan warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah desa diminta segera melaporkan kepada pihak kecamatan maupun BPBD. “Kami mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila terdapat warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah laporan diterima, BPBD akan segera menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
Diketahui, Kabupaten Lebak merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang setiap tahun menghadapi ancaman kekeringan ketika musim kemarau. Kondisi geografis dan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat rentan mengalami krisis air bersih saat curah hujan menurun dalam waktu lama. BPBD Lebak mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta segera melapor apabila mulai mengalami dampak musim kemarau.(mulyana)
