SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sebanyak 305 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi selama masa libur sekolah. 750.220 penerima manfaat (anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia) tidak mendapatkan MBG sejak Sabtu (20/6) hingga Senin (13/7) mendatang.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang Priyo Basuki menjelaskan pemberian MBG dihentikan sesuai dengan surat edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026. Tindakan itu dilakukan dalam rangka evaluasi pelaksanaan program nasional tersebut.
“Selama evaluasi pelaksanaan MBG, terdapat 305 SPPG atau dapur MBG yang berhenti operasional sementara selama periode libur sekolah. Semua SPPG diliburkan dalam rangka meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran program MBG, sesuai SE nomor 12 tahun 2026,” kata Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, Senin (22/6).
Koordinator BGN Kabupaten Tangerang lainnya, Hijru Fahyani menambahkan selama SPPG libur beroperasi, secara otomatis MBG libur untuk dibagikan kepada 750.220 penerima manfaat di Kabupaten Tangerang, baik itu anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
“Semua diliburkan, termasuk non peserta didik, yaitu balita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia,” kata Hijru.
Lanjut Hijru, pemberhentian operasional SPPG dan MBG ini sudah berlangsung sejak Sabtu (20/6) kemarin, dan akan kembali beroperasi pada Senin (13/6) mendatang, di saat anak-anak sekolah sudah kembali beraktivitas dalam kegiatan belajar mengajarnya.
“Sudah berlangsung sejak Sabtu (20/6), dan akan kembali beroperasi pada Senin (13/6),” katanya.
Baca Juga: Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya
Di tempat terpisah, salah satu ibu hamil di Kampung Katomas, Kelurahan Tigaraksa, Evi Nurmala mengaku senang dengan adanya program MBG. Karena dapat membantu meminimalisir pengeluaran biaya hidup, khususnya dalam pemenuhan makanan bergizi. Evi meminta agar MBG yang dinonaktifkan atau libur sementara khusus anak-anak sekolah saja, sementara untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan balita tetap harus beroperasi. Pasalnya, meski kegiatan belajar mengajar mengalami libur panjang, tetapi kebutuhan asupan gizi masyarakat tidak bisa libur.
“Sebetulnya bermanfaat, MBG itu. Alhamdulillah, saya sering dapet. Terkait libur operasional, seharunya hanya untuk anak sekolah saja, kalau yang lainnya harusnya tetap berjalan, karena makan itu kan tidak ada liburnya. Bulan puasa saja kita tetap makan, hanya waktu makan saja yang berubah, tetapi tidak libur makan,” ungkapnya. (alfian)
