SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Setiap orang tentu mendambakan kehidupan yang baik, serba kecukupan, normal dan tak kurang suatu apapun.
Namun, di sebuah rumah sederhana di Kampung Kubang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, terlihat seorang anak berkebutuhan khusus yang hingga kini masih bergantung sepenuhnya pada kasih sayang kedua orang tuanya.
Diketahui, Siti Lutfiah (19), putri ketiga dari pasangan Sudisman dan Anawiyah, mengalami gangguan perkembangan sejak masih bayi. Menurut sang ibu, Siti sempat mengalami kejang dan demam tinggi saat masih kecil.
Sejak saat itulah, kondisi kesehatannya terus mengalami penurunan, hingga membuatnya mengalami keterbatasan mental dan tidak dapat berkomunikasi selayaknya anak diusianya.
Hingga usia 19 tahun, Siti hanya menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur, berbaring, gerakan tubuhnya terus melemah. Bahkan, seluruh kebutuhan sehari-harinya harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya, yang setia merawatnya.
Anawiyah juga menceritakan, putrinya juga memiliki kebiasaan yang membuat perawatan menjadi semakin sulit. Siti tidak mau mengenakan pakaian, dan dengan terpaksa selalu melepasnya sendiri, jika dipakaikan.
Baca Juga: Kafilah MTQ Kabupaten Pandeglang Dilepas, Targetkan Hasil Terbaik
“Kalau dipaksa pakai baju, suka enggak betah, garuk-garuk terus. Akhirnya dilepas sendiri,” kata Anawiyah, Minggu (5/7/2026).
Kondisi keluarga, semakin hari semakin semakin memprihatinkan. Karena, mereka tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Di tengah keterbatasan ekonomi, mereka juga harus menghadapi persoalan lain, yakni kepesertaan BPJS Kesehatan milik Siti, sudah tidak aktif.
Akibatnya, ketika Siti sempat mengalami sakit parah, keluarga tidak bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan dan harus membayar biaya pengobatan secara mandiri, seperti saat menjalani perawatan di RSUD Berkah, Cikoneng, Kabupaten Pandeglang.
“Punya BPJS Kesehatan, tapi tidak aktif. Kemarin juga sakit parah, enggak bisa berobat pakai BPJS. Dibawa ke RSUD Berkah Cikoneng, dirawat bayar pakai umum,” tambah Anawiyah.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit, Anawiyah mengaku, hingga kini keluarganya belum pernah menerima bantuan yang dapat meringankan beban perawatan putrinya.
Ia pun berharap, pemerintah maupun para dermawan dapat memberikan perhatian kepada Siti, agar memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik, serta bantuan yang dibutuhkan keluarga.
“Kami berharap, ada bantuan dari pemerintah ataupun para dermawan, untuk membantu pengobatan dan kebutuhan anak kami,” harapnya.
Pihak keluarga juga tak dapat berbuat banyak, untuk mengobati penyakit yang diderita Siti. Kedua orang tuanya, hanya pasrah dan berusaha menerima keadaan tersebut, seraya berharap ada keajaiban dan pertolongan Allah SWT melalui berbagai pihak.
“Kami masih sangat berharap, Siti dapat sembuh dan sehat sebagaimana anak-anak seusianya yang lain,” imbuhnya. (mardiana)




























