SATELITNEWS. COM, TANGERANG—Warna air Sungai Cisadane di wilayah Kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma bau sejak Selasa (14/7) hingga Kamis (16/7). Perubahan warna itu diduga terjadi akibat pencemaran.
Dugaan itu disampaikan Anggota Yayasan Bumi Pertiwi Asri, Ryan. Warga Teluknaga itu bahkan melakukan penelusuran langsung di perairan pesisir Sungai Cisadane, tepatnya di wilayah Teluknaga dan Pakuhaji.
Di sana, dia menemukan beberapa titik saluran pembuangan limbah cair berwarna hitam dan bau. Kata Ryan, lokasi tepatnya untuk Kecamatan Teluknaga berada di Desa Kampung Melayu Barat dan Desa Tanjung Burung. Sementara di Kecamatan Pakuhaji berada di Desa Gaga dan Kali Baru.
“Diduga, saluran pembuangan limbah itu berasal dari beberapa perusahaan yang ada di bantaran sungai, ” kata Ryan, Kamis (16/7).
Ryan menduga, cairan berwarna hitam dan mengeluarkan bau itu adalah limbah B3 yang sengaja dibuang langsung ke Sungai Cisadane. Dia merasa khawatir pencemaran tersebut dapat mengancam ekosistem di pesisir.
“Kalau ini kita biarkan dampaknya dapat mengancam ekosistem pesisir, mencemari tanah dan perairan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Baca Juga: 173 Pelajar Ramaikan Bupati Tangerang Cup 2026, Jadi Ajang Berburu Bibit Pecatur Berprestasi
Menurutnya, setiap dugaan pencemaran lingkungan wajib ditindaklanjuti melalui identifikasi jenis limbah, pengambilan sampel oleh laboratorium yang terakreditasi, serta penelusuran asal-usul material tersebut. Dia menegaskan, bahwa pengelolaan limbah B3 telah diatur secara ketat dalam berbagai ketentuan perundang-undangan. Setiap penghasil limbah berkewajiban mengelola, menyimpan, mengangkut, hingga memusnahkannya sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami berharap, Pemerintah bisa segera bertindak, terhadap adanya aktivitas pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh perusahaan,” ujarnya.
Kepala Seksi Bina Hukum atau Wasdal pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Sandy Nugraha mengaku belum mendapatkan laporan terkait dugaan adanya pencemaran air di Sungai Cisadane.
Meski demikian, kata Sandy pihak tetap akan melakukan verifikasi lapangan terhadap kondisi air di sungai tersebut, untuk membuktikan apakah terjadi pencemaran atau tidak.
“Sebelumnya kita belum mendapatkan informasi ataupun laporan terkait dugaan pencemaran itu. Namun, kita akan melakukan verifikasi lapangan setelah mendapatkan informasi yang diterima hari ini, ” kata Sandy Nugraha. (alfian)




























