SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Warga kelurahan Kranggan Kecamatan Setu kembali meminta bantuan pasokan air bersih dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Permintaan itu dipenuhi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel yang kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Senin (13/7).
Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit truk tangki. Bantuan tersebut disalurkan ke dua lokasi di Kelurahan Keranggan.
“Hari ini kami kembali mendistribusikan air 5.000 liter kepada warga khususnya di wilayah Kecamatan Setu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dian menjelaskan, dua titik yang menerima bantuan yakni RT 001 RW 01 dan RT 004 RW 02, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Di lokasi pertama, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) menerima pasokan air bersih, sementara di lokasi kedua bantuan disalurkan kepada 20 kepala keluarga.
Menurutnya, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan apabila terdapat laporan maupun permohonan dari masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Pendistribusian langsung dititik kekeringan dan berdekatan dengan permukiman warga,” katanya.
Baca Juga: 75 Persen Kebakaran di Tangsel Dipicu Korsleting Listrik, Pemkot Gandeng PLN Edukasi Warga
Distribusi air bersih tersebut menggunakan satu unit mobil truk tangki berwarna hijau milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Air yang dibawa kemudian ditampung oleh warga menggunakan jeriken, ember hingga toren sebagai persediaan untuk kebutuhan rumah tangga.
BPBD mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Dengan begitu, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Langkah distribusi air bersih ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah kawasan. BPBD memastikan akan terus bersiaga selama musim kemarau berlangsung dan menyesuaikan penyaluran bantuan berdasarkan tingkat kebutuhan warga.
Sebelumnya, BPBD Kota Tangsel memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini mencapai 16.485,47 hektare. Dampak awal musim kemarau bahkan sudah terjadi di Kampung Koceak Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.
Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, mengatakan berdasarkan hasil pemetaan, Kecamatan Setu menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak kekeringan dibanding enam kecamatan lainnya di Tangsel. Menurutnya, tingkat kerawanan di Kecamatan Setu masuk kategori sedang, dengan rincian luas bahaya rendah mencapai 1.246,23 hektare dan kategori sedang seluas 432,09 hektare. Sementara enam kecamatan lainnya masih berada dalam kategori rendah karena dipengaruhi riwayat kejadian kekeringan dan intensitas curah hujan yang relatif lebih baik.
“Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485.47 hektare,” ungkap Essa, Minggu (12/7). (eko)
Baca Juga: Polemik Kandang Ayam di Ciputat, Satpol PP Panggil Semua Pihak




























