SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi anggaran dan pelaksanaan program kerja agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali kota Tangerang Sachrudin usai memimpin rapat evaluasi kewilayahan yang diikuti jajaran kelurahan, kecamatan, OPD. Dalam rapat tersebut, Pemkot mengevaluasi berbagai program dan persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari penanganan sampah, banjir, kemacetan, hingga pelaksanaan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Program dan kegiatan harus dipercepat agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujar Sachrudin usai rapat, Selasa (14/7/2026) di Ruang Akhlaqul Karimah.
Memasuki pertengahan tahun anggaran, Sachrudin meminta seluruh perangkat daerah mempercepat realisasi anggaran sekaligus pelaksanaan kegiatan di lapangan. Menurutnya, percepatan tersebut harus berjalan selaras dengan pencapaian target kinerja masing-masing OPD.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dalam menyelesaikan berbagai kendala yang muncul. Sebab, hampir setiap program pemerintah melibatkan lebih dari satu OPD sehingga membutuhkan sinergi yang kuat.
Selain itu, para asisten daerah diminta mengoptimalkan perannya sebagai koordinator OPD sesuai bidang masing-masing. Evaluasi secara berkala harus terus dilakukan untuk memantau perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi hambatan, sekaligus memastikan seluruh proses tetap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Serapan APBD Kota Tangerang 2026 Belum Penuhi Target, OPD Diminta Gercep
Terkait realisasi anggaran, ia mengungkapkan hingga saat ini serapan APBD Kota Tangerang telah mencapai 38 persen. Capaian tersebut dinilai telah memenuhi target dan sejalan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, untuk proses pengadaan barang dan jasa (PBJ), Pemkot juga terus mendorong percepatan. Meski demikian, Wali kota menegaskan seluruh tahapan pengadaan tetap harus dijalankan secara cermat dan sesuai aturan guna menghindari pelanggaran. “Masih ada yang berproses karena kita mengedepankan kehati-hatian. Tahapan pengadaan harus dilalui sesuai ketentuan agar tidak menyalahi aturan,” katanya.
Saat ditanya mengenai target penyelesaian proses pelelangan, ia menegaskan pemerintah menginginkan seluruh proses dapat diselesaikan secepatnya tanpa mengabaikan aspek kepatuhan terhadap regulasi. (made)




























