SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat upaya pencegahan kebakaran dengan menggandeng PT PLN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan instalasi listrik. Langkah ini diambil setelah mayoritas kasus kebakaran di Tangsel diketahui dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Kolaborasi tersebut dilakukan dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembentukan serta Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang digelar di Aula Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari anggota Redkar, pengurus RT/RW, hingga perwakilan masyarakat mengikuti pelatihan tersebut.
Selain menerima materi tentang pencegahan kebakaran, para peserta juga menjalani simulasi penanganan kebakaran skala kecil. Mereka mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) hingga teknik sederhana menggunakan karung basah.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Tangsel juga menyerahkan bantuan berupa pompa alkon, APAR, selang, sepatu pelindung, dan stik penangkap ular sesuai kebutuhan masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan pembentukan Redkar bukan sekadar menyiapkan relawan yang mampu memadamkan api, melainkan menciptakan agen edukasi di lingkungan masyarakat.
“Mengkampanyekan pola hidup edukasi bahwa bahaya kebakaran itu, apa saja titik-titik rawan daripada kebakaran itu. Dan mengkampanyekan juga bagaimana cara menangani kebakaran,” ujarnya di lokasi.
Baca Juga: Krisis Air Masih Berlanjut, Warga Kranggan Minta Bantuan
Ia menekankan, saat kebakaran terjadi masyarakat harus mengetahui langkah yang tepat dan tidak panik. Menurut Pilar, bantuan peralatan yang diberikan ini merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Tahun ini terdapat sembilan kelurahan yang mengajukan bantuan serupa dan seluruhnya disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Tentu kebutuhan dasar dan bukan hanya di wilayah kelurahan, ini masuknya kelurahan Perigi aja, tapi di beberapa kelurahan lain yang mengajukan dari redcar-nya, kita juga fasilitasi,” katanya.
Pilar juga mengungkapkan alasan Pemkot Tangsel melibatkan PLN lantaran sebagian besar kebakaran di wilayah Tangsel masih dipicu oleh persoalan instalasi listrik yang tidak aman. Ia berharap para peserta yang telah mendapatkan pelatihan dapat menjadi penyambung informasi kepada warga di lingkungan masing-masing.
“Karena kan ada juga masyarakat kita yang masih mengambil listrik dari tiang listrik langsung, tidak menggunakan instalasi yang semestinya. Lalu juga terkait kabel listrik yang sudah terkelupas, itu dibiarkan. Ini yang kita edukasi dari teman-teman PLN. Jadi ini kan training for traine,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat. Menurutnya, sembilan kelurahan pada tahun ini memperoleh alokasi anggaran untuk kegiatan pembinaan, pencegahan, serta penanggulangan kebakaran berdasarkan aspirasi warga.
“Semuanya berasal dari usulan masyarakat yang masuk dalam F1 Musrenbang. Usulannya bermacam-macam. Itu merupakan hasil Musrenbang 2025 dan sudah direspons dalam DPA kami. Jadi, kami tinggal melaksanakannya saja. Nanti subjek dan objek. Pembinaannya berada di masing-masing kelurahan,” paparnya.
Baca Juga: Cegah Kebakaran Terulang di TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Siapkan Tandon
Dohiri menjelaskan, alasan utama Damkar menggandeng PLN adalah tingginya angka kebakaran akibat korsleting listrik yang terus berulang setiap tahun. Berdasarkan data Damkar, pada 2024 terjadi sekitar 100 kasus kebakaran di Tangsel. Angka tersebut mencapai 69 kejadian sepanjang 2025.
Sementara pada semester pertama 2026 saja sudah tercatat sekitar 60 kejadian, sehingga jumlah kasus diperkirakan berpotensi meningkat seiring masuknya musim kemarau.
“Artinya, sangat mungkin terjadi lonjakan karena saat ini memasuki musim kemarau. Kalau kita lihat penyebabnya, sekitar 75 persen kebakaran terjadi akibat korsleting atau arus pendek listrik,” jelasnya. (eko)




























