SATELITNEWS.COM, MAUK—Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Pol, Hengky menegaskan, bahwa peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin disebabkan cuaca panas dan gas metan alias murni kejadian alam. Hal itu disampaikan, saat dirinya melakukan peninjauan langsung lokasi pada Selasa (7/7) siang.
“Ini kan sudah dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah menyatakan karena adanya gas metan dari bawah dan musim kemarau. Jadi peristiwa ini murni kejadian alam,” kata Kapolda Banten, Irjen Pol Hengky saat meninjau langsung TPA Jatiwaringin, Selasa (7/7).
Hengky juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil tinjauan di hari ke-8 kebakaran TPA Jatiwaringin, titik-titik api mulai teratasi meskipun sebagian masih dalam penanganan pemadaman. Namun, api dan asap yang timbul mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Hasil tinjauan kami di lokasi, bersama pak Bupati, pak Kapolres, dan Badan Penanggulangan Bencana, titik api sebagian besar sudah teratasi. Ini titik barat sebagian besar masih dilakukan penyiraman dengan menggunakan heli waterbombing. Lihat itu, tadi itu sudah padam. Muncul lagi titik api kecil, yang mana harus dipadamkan karena gas metan dari bawah,” ujarnya.
Hengky juga mengatakan, bahwa upaya pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara, dengan menerjunkan sekitar 600 personel gabungan dari berbagai instansi untuk menangani kebakaran tersebut. Di antaranya BPBD, BNPB, TNI, Kepolisian, dan Dinas Kesehatan. Hengky berharap kebakaran di TPA Jatiwaringin bisa segera teratasi dan kembali normal.
“Kurang lebih 600 orang dikerahkan di sini. Bahu-membahu koordinasi kolaborasi, untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin ini,” tuturnya.
Baca Juga: Tiga Gudang di Taman Tekno Tangsel Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah
Diketahui, upaya pemadaman kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin telah mendekati tahap akhir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menyatakan pada hari kedelapan kebakaran Selasa (7/7), sudah tidak ada titik api di lokasi kejadian.
Achmad Taufik memastikan titik-titik api yang membakar tumpukan sampah telah padam dan tidak ada lagi yang timbul ke permukaan. Namun, bara yang mengeluarkan asap masih ada di beberapa titik.
“Saat ini masih ada asap-asap saja, titik api sudah tidak ada. Insya Allah, akan padam total dalam waktu dekat, ” katanya, Selasa (7/7).
Lanjut Taufik, meskipun titik api sudah mulai terkendali, tindakan pemadaman secara maksimal melalui jalur udara, dan darat masih terus dilakukan sampai bara api dan asap di TPA Jatiwaringin benar-benar tidak ada lagi. Saat ini fokus penanganan pada pendinginan, pembasahan dan pencegahan kemunculan titik api baru.
“Tetap, kita terus upayakan pemadaman maksimal, melalui jalur udara dan darat,” katanya.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menambahkan upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan helikopter pengangkut air. Selain itu pihaknya juga mengerahkan 20 alat berat eskavator untuk mengurai tumpukan sampah agar api yang telah berhasil dipadamkan tidak kembali menyala akibat gas metan.
Baca Juga: Wabup Tangerang Apresiasi Kolaborasi Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaingin
“Kita juga kerahkan alat berat untuk mengurai sampah, lalu kita siram. Supaya, api yang berhasil dipadamkan tidak kembali menyala akibat adanya gas metan yang terjebak di dalam tumpuk sampah itu,” katanya.
Rudi Maesyal, sapaannya, mengatakan selama proses pemadaman api, Jalan Raya TPA Jatiwaringin untuk sementara waktu ditutup agar tidak ada warga yang melintas. Pemblokiran jalan itu bertujuan agar masyarakat terhindar dari bahaya asap yang masih ada di sekitar TPA Jatiwaringin.
“Sampai saat ini jalan di TPA Jatiwaringin masih ditutup untuk umum agar tidak ada masyarakat yang mendekat TPA Jatiwaringin,” katanya.
Rudi menegaskan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan secara maksimal sampai api yang membakar tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin benar-benar padam secara total, dan tidak ada lagi asap yang timbul, hingga menyebar ke pemukiman masyarakat sekitar TPA Jatiwaringin.
“Status darurat sampai 14 Juli, upaya pemadaman terus dilakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam total, dan tidak ada lagi asap yang menyebar ke pemukiman warga,” ungkapnya. (alfian)




























