SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang telah berlangsung selama sepekan menjadi perhatian Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Di tengah upaya pemadaman yang masih terus dilakukan, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kolaborasi, dan memperkokoh kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana pada musim kemarau.
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Rutin Senin Pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (6/7/2026).
“Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat disiplin, membangun kolaborasi, memastikan seluruh program pemerintah daerah dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik serta siap siaga menghadapi segala potensi bencana, khususnya di musim kemarau,” ujar Intan.
Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Menurutnya, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih besar, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat polusi udara, hingga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi.
“Mari kita sama-sama membangun budaya menjaga lingkungan yang lebih baik. Jaga kebersihan dan hindari kebiasaan membakar sampah sembarangan yang berisiko menimbulkan potensi bencana baru dan gangguan di masyarakat, apalagi di musim kering seperti ini,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Intan juga menyoroti penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin yang telah berlangsung selama satu pekan. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran tersebut, menjadi bukti kuat semangat gotong royong dalam menghadapi setiap tantangan.
Baca Juga: Legislator Kabupaten Tangerang Siapkan Pembahasan Perda LGBTQ
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh petugas yang hingga kini masih berjibaku di lapangan. Proses penanganan, kata dia, masih terus dilakukan karena masih terdapat titik-titik bara di bawah timbunan sampah, yang berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses penanganan kebakaran, mulai dari BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, para relawan, hingga berbagai instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah tetangga, BUMD, dan seluruh elemen masyarakat yang memberikan dukungan personel, armada, pasokan air, maupun bantuan lainnya,” ucapnya.
Selain penanganan kebakaran, Intan mengingatkan pentingnya kesiapan logistik dan pelayanan bagi masyarakat terdampak. Ia meminta kebutuhan darurat, seperti bahan makanan, air bersih, perlengkapan mandi, dan kebutuhan dasar lainnya, selalu tersedia serta dapat didistribusikan dengan cepat.
Ia juga menginstruksikan seluruh camat untuk aktif memantau kondisi wilayah serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa, kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) guna mendeteksi secara dini potensi kebakaran maupun bencana lainnya.
“Saya mohon kepada seluruh camat agar aktif melakukan pemantauan wilayah serta membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa, kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan guna mendeteksi secara dini berbagai potensi kebakaran maupun bencana lainnya,” imbuhnya.
Memasuki musim kemarau, Intan juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Ia menginstruksikan OPD terkait segera melakukan mitigasi dan langkah-langkah antisipatif, termasuk memastikan ketersediaan air bersih beserta armada distribusinya, serta memperkuat koordinasi apabila terjadi kekeringan.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tangerang Nilai Perpres Bisa Jadi Dasar Perda Terkait LGBTQ
“Saya minta kepada seluruh perangkat daerah segera lakukan mitigasi dan langkah-langkah antisipatif, ketersediaan air bersih tetap terjaga termasuk armada distribusinya dan terus memperkuat koordinasi apabila sewaktu-waktu terjadi kekeringan. Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas lakukan edukasi masif mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, guna mencegah meningkatnya berbagai penyakit yang lazim muncul saat musim kemarau,” pintanya.
Mengakhiri amanatnya, Intan mengajak seluruh peserta apel mendoakan agar proses penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin segera tuntas. Ia berharap seluruh petugas yang masih bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan, serta masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.
“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal pengabdian dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.


Bupati Kembali Sambangi Pengungsi
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali mengunjungi warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang mengungsi di Balai Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Minggu malam. (5/7/2026)
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada para pengungsi serta memastikan kondisi mereka tetap terlayani dengan baik. Dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar proses penanganan kebakaran segera tuntas.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang agar api di TPA Jatiwaringin dapat segera padam sepenuhnya dan semoga Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga proses pendinginan dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menjelaskan, bahwa upaya penanganan kebakaran yang dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Damkar, BPBD, relawan, dan berbagai unsur terkait telah menunjukkan hasil yang signifikan.
“Alhamdulillah, kondisi kebakaran saat ini sudah jauh berkurang. Tinggal beberapa titik api yang terus dilakukan proses pendinginan dan pemadaman hingga benar-benar aman,” ujarnya.
Selain memastikan kebutuhan logistik terpenuhi, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan para pengungsi. Ia mengimbau seluruh warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disiagakan di lokasi pengungsian.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di pengungsian untuk selalu menjaga kesehatan. Jika ada keluhan atau mengalami gangguan kesehatan, segera hubungi petugas medis. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan sudah siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan akan terus mendampingi masyarakat terdampak hingga situasi benar-benar aman dan pulih.
“Berbagai kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta dukungan psikososial terus diberikan agar para pengungsi tetap merasa aman dan nyaman selama berada di lokasi pengungsian,” imbuhnya. (aditya)




























