SATELITNEWS.ID, TANGSEL— Partai Demokrat merekomendasikan putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah sebagai calon wali kota Tangerang Selatan di Pilkada 2020. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat itu berpasangan dengan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ruhamaben.
“Tangsel kami telah memutuskan dan memberikan Surat Keputusan Rekomendasi kepada kader utama Partai Demokrat Siti Nur Azizah berpasangan dengan Ruhamaben dari PKS,” kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Demokrat, Kamhar Lakumani, Sabtu (18/7).
Koalisi Demokrat – PKS telah mencukupi syarat minimal sembilan kursi untuk mengusung pasangan calon di Pilkada mendatang. Demokrat memiliki lima kursi di DPRD, sedangkan PKS mempunyai delapan kursi.
Selain Siti Nur Azizah dan Ruhamaben, pasangan calon lain yang akan berlaga di Pilkada Tangsel adalah Benyamin Davnie-Pilar Saga. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dan anak Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah ini diusung oleh Partai Golkar. Golkar memiliki sepuluh kursi di DPRD sehingga bisa mengusung calon tanpa berkoalisi.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang memiliki delapan kursi, kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Dua pekan lalu, beredar surat DPP PDI Perjuangan merekomendasikan pasangan Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Muhammad adalah Sekretaris Daerah Tangerang Selatan, sedangkan Rahayu Saraswati adalah Ketua Divisi Advokasi Perempuan Gerindra, sekaligus keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Namun kedua partai belum secara resmi mengumumkan mengusung keduanya.
Baca Juga: Sidang Perdana Gugatan PHPU Pilkada Tangsel Digelar 8 Januari 2025
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Tangsel Gacho Sunarso mengatakan, sekarang ini pihaknya tinggal menentukan wakil untuk mendampingi Siti Nur Azizah di Pilkada Tangsel. Sebab, sampai saat ini belum jelas siapa wakil yang akan diusung.
“Bisa sama saya, bisa sama PKS. Mau ke mana ini,” ungkapnya kemarin.
Untuk koalisi, sambung dia, sejauh ini yang santer dengan PKS. Kendati demikian, hal itu pun belum tembus ke DPC Demokrat.
“Saya sebagai ketua DPC belum berani lebih lanjut karena belum ada arahan dari DPP,” ucapnya. Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan dalam Pilkada ini pihaknya akan berkoalisi dengan PKB.
“Ya seyogyanya lah karena Ibu Azizah kan puterinya yang punya (PKB). Mungkin kayak gitu. Tinggal wakilnya yang belum fix,”tuturnya.
Dia menambahkan, yang pasti DPC Demokrat Tangsel akan mematuhi setiap aturan dan keputusan partai. Siapapun itu jika DPP jika sudah keputusan partai tentunya DPC akan mendukung.
Baca Juga: Ruhamaben-Shinta Ajukan Gugatan Dugaan Kecurangan Pilkada Tangsel
“Kemungkian deklarasi, kami target Minggu depan, saya perkirakan akhir Juli,” imbuhnya. (irm/bnn/jarkasih)
























