SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Festival Cisadane 2026 sukses menyedot ribuan pengunjung. Selain itu, event tahunan ini juga mencatat capaian pengelolaan lingkungan.
Selama lima hari penyelenggaraan, Pemerintah Kota Tangerang berhasil mengumpulkan dan mengelola 14,3 ton sampah, dengan sekitar 75 persen di antaranya dipilah dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Pemkot menggandeng komunitas lingkungan untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak hari pertama kegiatan.
“Di Festival Cisadane tahun ini kami berhasil menjaring sekitar 14,3 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen dapat dipilah dan didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” ujar Boyke.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas lingkungan, sponsor, media, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga kebersihan kawasan festival. Festival Cisadane, kata dia, tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga media edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Festival Cisadane bukan hanya menjadi ruang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan mengelolanya agar memiliki nilai tambah,” katanya.
Baca Juga: Evaluasi Festival Cisadane 2026, Penataan Parkir Jadi Sorotan
Boyke menambahkan, keberhasilan Festival Cisadane 2026 juga ditopang kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan sponsor. Sinergi tersebut membuat festival berlangsung lebih meriah sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Festival Cisadane 2026 resmi ditutup pada Minggu (26/7/2026) malam di kawasan bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati rangkaian pertunjukan seni, budaya, dan hiburan yang menjadi penutup agenda tahunan tersebut.
Grup musik Start Koplo tampil sebagai penampil utama pada malam penutupan dan sukses menghibur ribuan penonton yang bertahan hingga akhir acara. Suasana berlangsung meriah namun tetap tertib. Personel Start Koplo mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat serta perubahan Kota Tangerang yang dinilai semakin bersih dan nyaman.
“Untuk kali kedua ini sangat luar biasa. Antusias penontonnya luar biasa dan yang pastinya jalannya juga tidak ada yang macet,” ujar personel Start Koplo. Mereka juga mengapresiasi masyarakat yang mampu menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama festival berlangsung.
“Luar biasa banget hari ini. Aman, tertib, ramai, tetap tidak ada saling senggolan. Terima kasih sudah nyanyi bareng kami,” ujar mereka. Pemkot Tangerang berharap Festival Cisadane terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (ari)
Baca Juga: Seba Baduy 2026 Digelar 23–26 April

















