SATELITNEWS.COM, LEBAK – Samboja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Lebak periode 2026-2031. Ia berkomitmen menghidupkan kembali peran Dekopinda sekaligus mendorong lebih dari 1.000 koperasi di Kabupaten Lebak agar tidak hanya tercatat sebagai data, tetapi benar-benar aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Samboja terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda Kabupaten Lebak yang digelar di Aula PKK Lebak, Selasa (28/7/2026). Usai terpilih, Samboja mengatakan langkah awal yang akan dilakukan yakni menyusun kepengurusan baru untuk kemudian diusulkan kepada Dekopinwil. Setelah struktur kepengurusan terbentuk, pihaknya akan menyusun berbagai program kerja yang menjadi prioritas Dekopinda selama masa kepemimpinannya.
“Alhamdulillah pada Musda ini saya terpilih secara definitif untuk periode 2026 sampai 2031. Langkah pertama yang harus saya lakukan adalah menyusun kepengurusan, kemudian diusulkan ke Dekopinwil,” kata Samboja. Menurutnya, salah satu program yang akan menjadi perhatian Dekopinda adalah penguatan koperasi, termasuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah didorong pemerintah melalui Kementerian Koperasi.
Namun, Samboja mengakui keberadaan KDMP di Kabupaten Lebak hingga kini belum berjalan secara maksimal. Karena itu, pihaknya masih perlu melihat perkembangan program tersebut secara utuh sebelum menentukan langkah lebih jauh. “Kita belum bisa melihat secara utuh ke mana arah KDMP ini karena belum berjalan maksimal. Artinya, arah yang jelas belum terlihat, tetapi pada dasarnya kami mendukung. Tujuannya agar perekonomian di tingkat desa bisa berkembang,” ujarnya.
Terkait kondisi Dekopinda Kabupaten Lebak sebelum kepemimpinannya, Samboja enggan menyebut organisasi tersebut dalam kondisi mati suri. Kendati demikian, ia menegaskan kepengurusan baru harus mampu membuat Dekopinda lebih aktif dan hadir dalam mendorong perkembangan koperasi di daerah. “Saya tidak mengatakan Dekopinda di Kabupaten Lebak mati suri. Tetapi pada prinsipnya, di bawah kepemimpinan yang baru ini ke depan Dekopinda harus hidup dan aktif di Kabupaten Lebak,” katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Koperasi dan UMKM dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Dekopinda. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar gerakan koperasi di Kabupaten Lebak dapat berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. “Kami berharap pemerintah bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan koperasi. Kami ini mitra dari Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga tanpa dukungan dinas kemungkinan akan sulit,” tuturnya.
Baca Juga: Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun
Samboja menambahkan, Kabupaten Lebak memiliki lebih dari 1.000 koperasi. Namun, keberadaan koperasi tersebut tidak boleh berhenti sebatas angka dan data administrasi. Koperasi harus mampu berjalan aktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Di Lebak ini ada lebih dari 1.000 koperasi. Kita bukan hanya sebatas data, tetapi prinsipnya bagaimana koperasi itu bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(mulyana)




















