SATELITNEWS, COM, TANGERANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Kota Tangerang tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan peserta, tetapi juga mencerminkan hasil pembinaan berkelanjutan yang melibatkan pembina, keluarga, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam mencetak generasi Qur’ani berprestasi.
Salah satu sorotan tertuju pada Tim Fahmil Qur’an Putra Kafilah Kecamatan Batu Ceper yang berjuang menembus babak final. Pembina tim, Ayyash, mengatakan para peserta telah menjalani latihan intensif selama bertahun-tahun sehingga optimistis mampu bersaing dengan kafilah lain.
“Semoga Fahmil Qur’an Putra Kafilah Batu Ceper lolos ke babak final, seperti tim putrinya yang sudah lebih dahulu melaju,” ujar Ayyash.
Menurutnya, prestasi di cabang Fahmil Qur’an tidak dapat diraih secara instan. Selain menguasai materi keislaman, peserta dituntut memiliki kecepatan berpikir, pengalaman bertanding, serta pembinaan yang konsisten.
Pengayaan materi melalui bank soal tingkat nasional juga dinilai penting agar peserta siap bersaing di level provinsi maupun nasional.
Pembinaan sejak usia dini juga tergambar dari perjalanan Muhammad Azmi Azzikri, finalis Tilawah Golongan Anak-anak asal Kecamatan Larangan.
Baca Juga: Ribuan Warga Meriahkan Pembukaan MTQ XXV Kota Tangerang
Ayahnya, Muhammad Tajus Subhi, mengatakan Azmi telah terbiasa mendengarkan murattal sejak usia dua tahun hingga akhirnya menunjukkan bakat dalam seni tilawah.
“Dari kebiasaan mendengarkan murattal setiap hari, ia perlahan hafal dan terbiasa membaca Al-Qur’an. Melihat potensinya, saya melatihnya secara disiplin hingga dua kali sehari,” kata Tajus.
Kini Azmi menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Assa’adah 2 Sepatan dan telah mengukir sejumlah prestasi, termasuk menyumbangkan medali bagi Kota Tangerang pada MTQ Provinsi Banten 2025.
Bagi keluarganya, prestasi merupakan hasil dari proses panjang, sementara tujuan utamanya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap Alqur’an.
Ketua Majelis Hakim Cabang Tilawah MTQ XXV Kota Tangerang, Hilmi Fuad, menilai kualitas peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan LPTQ bersama pemerintah daerah dan para pembina di tingkat kecamatan.
Baca Juga: Naik Peringkat, Kota Tangerang Juara II MTQ Banten 2026
“Kami berharap para finalis terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang, Zuhri Fauzi, menambahkan MTQ bukan sekadar kompetisi seni baca Al-Qur’an. Ajang ini juga mempertandingkan cabang hafalan, tafsir, fahmil, syarhil, kaligrafi, karya ilmiah Al-Qur’an, hingga qira’atul kutub sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Alqur’an.
MTQ XXV Kota Tangerang yang berlangsung pada 27–30 Juli 2026 mempertandingkan 22 cabang lomba. Selain menjadi ajang prestasi, kegiatan ini juga menjadi proses seleksi untuk membentuk kafilah terbaik Kota Tangerang yang akan berlaga pada MTQ tingkat Provinsi Banten.
Berbagai kisah yang muncul di balik panggung MTQ menunjukkan bahwa keberhasilan peserta lahir dari proses pembinaan yang panjang, disiplin, serta dukungan keluarga.
Dari proses itulah diharapkan lahir generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat yang lebih tinggi. (ari)
























