SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kemeriahan ajang Tangsel Fun Walk and Run Festival 2026 berubah menjadi kekecewaan.
Ribuan peserta mengaku merasa dirugikan setelah panitia diduga meninggalkan lokasi sesaat setelah acara dimulai, sehingga berbagai fasilitas yang dijanjikan tidak dapat diterima peserta di garis finis.
Salah seorang peserta, Bayu Agung Setiawan, mengatakan kejanggalan sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelum pelaksanaan acara.
Menurutnya, proses pengambilan race pack mendadak mengalami perubahan jadwal dan dinilai tidak dikelola secara profesional.
“Sejak H-1 pengambilan race pack sebenarnya sudah banyak kejanggalan. Karena peserta tuh udah bukan orang awamlah istilahnya, jadi udah banyak yang tau nih, dari pengambilan race pack H-1 aja itu udah ada kejanggalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2016).
Bayu menjelaskan, perlombaan sendiri dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan kategori lari sejauh 5 kilometer. Saat seremoni pembukaan, seluruh rangkaian acara masih berjalan normal. Sejumlah tamu undangan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, hadir mengikuti pembukaan.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
“Pembukaan semua hadir, betul, semuanya hadir,” ucapnya.
Namun situasi berubah ketika para peserta mulai memasuki garis finis sekitar 90 hingga 120 menit kemudian. Bayu mengaku hampir seluruh panitia sudah tidak berada di lokasi.
“Akhirnya pas nyampe finish, itu satu pun panitia, Wakil Wali Kota, Dispora, itu semua enggak ada, kosong, cuma meninggalkan Marshal dan para tenan yang bekerja sama gitu,” ungkapnya.
Ia menyebut peserta sebelumnya dijanjikan berbagai fasilitas, mulai dari doorprize hingga hadiah bagi 30 finisher tercepat. Namun janji tersebut tidak terealisasi karena panitia diduga meninggalkan lokasi.
Bayu mengungkapkan dirinya membayar biaya pendaftaran sebesar Rp135 ribu untuk kategori reguler. Sementara pada masa penjualan awal atau pre-sale, tiket ditawarkan mulai Rp99 ribu.
Menurutnya, meski penyelenggara sebelumnya pernah menggelar kegiatan serupa di sejumlah kota, pelaksanaan di Tangerang Selatan justru dinilai jauh dari standar event lari pada umumnya.
Baca Juga: Polisi Temukan Tempat Penyimpanan Miras di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis
“Kalau dibanding event-event lain, dari awal memang sudah terasa kurang proper. Mulai dari race pack sampai pengelolaan panitia,” ucapnya.
“Jadi si event ini, Fun Walk and Run, dia selalu ngadain, mungkin kayaknya tahun ini di Tangerang baru ini, cuma dia next bakal ngadain event lagi di kota tertentu, boleh dicek di IG-nya aja, dia bakal next ngadain di daerah mana gitu,” sambungnya.
Kata Bayu, kekecewaan peserta semakin memuncak karena medali finisher yang menjadi simbol penyelesaian lomba juga belum tersedia di lokasi. Bayu mengatakan persoalan tersebut diduga terjadi karena vendor pembuat medali juga belum menerima pembayaran dari penyelenggara.
“Yang paling dicari pelari itu medali. Ternyata vendor medali juga ikut dirugikan karena panitia diduga tidak bertanggung jawab. Bahkan informasinya panitia sudah meninggalkan lokasi sejak pagi,” katanya.
Akibat kejadian itu, lebih dari 2.000 peserta yang hadir sempat meluapkan protes. Mereka mendatangi pihak pengelola Mall ITC Serpong yang menjadi lokasi acara untuk meminta solusi atas kekacauan tersebut.
Peserta, kata Bayu, meminta adanya jalan tengah karena seluruh peserta telah membayar biaya pendaftaran dan merasa berhak memperoleh fasilitas yang dijanjikan.
“Kami tidak mau rugi. Semua sudah bayar dan mengikuti lomba sampai selesai. Peserta hanya meminta haknya dipenuhi,” ujarnya.
Dalam aksi protes tersebut, sebagian peserta juga sempat mengusulkan agar biaya parkir kendaraan digratiskan sebagai bentuk kompensasi. Namun usulan itu tidak disetujui oleh pihak manajemen mal karena dinilai berada di luar kewenangan mereka.
Penolakan tersebut sempat memicu ketegangan antara peserta dan pengelola lokasi. Setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang, medali finisher yang sebelumnya masih dalam perjalanan akhirnya tiba di lokasi dan mulai dibagikan kepada peserta yang telah menyelesaikan lomba.
Meski demikian, peristiwa tersebut menyisakan kekecewaan mendalam dan memicu tuntutan agar penyelenggara memberikan pertanggungjawaban atas kekacauan yang terjadi selama pelaksanaan Tangsel Fun Walk and Run Festival 2026. (eko)

















