SATELITNEWS. COM, TANGSEL—Setumpuk pekerjaan rumah harus dikerjakan secara cepat oleh Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Venue yang belum final, buku teknis belum diterbitkan hingga jadwal pendaftaran nama atlet atau entry by name yang terlambat menjadi PR besar tuan rumah Kota Tangerang Selatan.
Permasalahan itu mencuat dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan di Sekretariat PB Porprov VII Banten, Gedung Youth Center, Pamulang, Rabu (12/8).
Pilar yang juga Wakil Wali Kota Tangerang Selatan mengatakan, rapat tersebut digelar untuk melihat perkembangan persiapan dari masing-masing bidang sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih harus segera diselesaikan.
“Hari ini kita laksanakan rapat semua bidang terkait Porprov untuk pemaparan apa saja yang mereka sudah siapkan. Karena di beberapa pekan terakhir, teman-teman sudah melakukan rapat bidang bersama dengan Kadispora, Ketua KONI, ya, dan seluruh jajaran,” ujar Pilar di lokasi.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan venue pertandingan. Menurut Pilar, secara umum calon venue untuk seluruh cabang olahraga sudah tersedia. Namun, sebagian venue yang berada di luar aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih harus dipastikan, terutama terkait harga sewanya.
“Insya Allah dalam minggu ini venue saya harap sudah clear ya semua, ya. Dan kami juga ingin ketemu dengan semua pemilik venue yang di luar Kota Tangsel. Ya mudah-mudahan harganya bisa dibantulah gitu ya, supaya kita juga bisa menekan anggaran,” katanya.
Baca Juga: SDN Kademangan 02 Setu Langganan Krisis Air, Sekolah Minta Solusi Permanen
Pilar menyebut, terdapat sekitar 20-an venue yang kemungkinan menggunakan fasilitas di luar aset Pemkot Tangsel. Sementara sejumlah venue lainnya akan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah.
“Paling sekitar 20-an lah venue-nya. Paling banyak venue-nya yang dipakai di luar itu segitu. Tapi kalau nomor cabornya itu kalau enggak salah ya tadi ada sekitar 50-an,” sebutnya.
Beberapa venue yang sebelumnya direncanakan berada di luar Tangsel berpeluang dipindahkan ke wilayah Tangsel. Salah satunya lokasi untuk nomor dirt bike yang sebelumnya direncanakan digelar di luar daerah.
PB Porprov menemukan lahan di kawasan Serpong Paradise yang dinilai cocok untuk digunakan sebagai lintasan. Tim cabang olahraga juga telah meninjau lokasi tersebut.
Sementara untuk pertandingan yang membutuhkan venue khusus, salah satunya olahraga air, tetap harus digelar di luar Tangsel. Pilar menyebut nomor pertandingan yang menggunakan laut akan dilaksanakan di Sawarna, Kabupaten Lebak.
Selain persoalan venue, rapat juga mengevaluasi kesiapan teknis pertandingan. Salah satu pekerjaan yang dinilai mendesak adalah penerbitan buku teknis atau technical handbook pertandingan. Buku tersebut menjadi panduan bagi KONI kabupaten/kota peserta Porprov untuk mengetahui berbagai ketentuan teknis pertandingan. Dia menargetkan pencetakan buku teknis dilakukan sesegera mungkin.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 13 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya
“Ada juga kita harus segera menerbitkan buku terkait teknis pertandingan yang harus disampaikan kepada KONI kota/kabupaten lain, gitu untuk segera dibaca. Itu paling, ya percepatan-percepatan saja supaya menjelang 3 bulan lebih ini ya bisa bisa tercapai,” paparnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan lain juga dilaporkan masing-masing bidang. Di antaranya jadwal pertandingan yang belum keluar, proses entry by name yang mengalami keterlambatan hingga sekitar tiga minggu, serta Surat Keputusan (SK) kontingen yang masih harus dikoordinasikan dengan Pemkot Tangsel.
Dari sisi akomodasi, PB Porprov juga telah melakukan inventarisasi hotel yang nantinya dapat digunakan para kontingen. Kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan dilakukan untuk mendapatkan harga khusus bagi peserta.
“Kita akan lakukan MoU dengan PHRI ya, lalu juga dengan beberapa organisasi lain, termasuk dengan rumah sakit-rumah sakit, dengan BPJS Ketenagakerjaan ya, supaya semua bidang ini bisa bekerja sama dengan stakeholder terkaitlah,” bebernya.
Menurut dia, ketersediaan hotel untuk pelaksanaan Porprov pada November mendatang sejauh ini masih aman. Namun, PB Porprov tetap akan melakukan pembahasan dengan pengelola hotel untuk memperoleh tarif yang terjangkau.
Pilar menilai kerja sama tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi Tangsel. Jika tingkat hunian hotel meningkat selama Porprov, sektor perhotelan akan ikut bergerak dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. (eko)

















