SATELITNEWS.COM, LEBAK–Serapan anggaran belanja hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga semester pertama 2026 menjadi sorotan Fraksi Partai Golkar DPRD Lebak. Dari total anggaran yang disiapkan mencapai Rp109,95 miliar, realisasi hingga 31 Juli 2026 baru mencapai Rp44,85 miliar atau sekitar 40,80 persen.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Lebak, Muammar Adi Prasetya mengatakan, rendahnya realisasi tersebut perlu menjadi perhatian Pemkab Lebak, terlebih waktu pelaksanaan anggaran 2026 telah memasuki semester kedua.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan proses pencairan hibah yang telah memenuhi persyaratan dapat segera dituntaskan. Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat kepada penerima.
“Memang kami melihat realisasi hibah untuk Kesra pada semester pertama belum begitu cepat. Kami juga memantau di lapangan, masih ada beberapa yang belum terealisasi,” kata Muammar, Rabu (16/9/2026).
Ia mengungkapkan, Pemkab Lebak sebelumnya menjelaskan bahwa proses hibah dilakukan secara hati-hati dengan pemeriksaan yang lebih rinci. Kehati-hatian tersebut diperlukan agar penyaluran anggaran tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Namun, Muammar menyebut pemerintah daerah telah menyampaikan bahwa seluruh tahapan administrasi hibah saat ini sedang diproses.
“Penjelasan Pemkab, kaitan dengan hibah harus berhati-hati, lebih detail dan teliti. Tapi sekarang tahapannya sudah diproses semua,” ujarnya.
Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Lebak Usulkan Penggabungan Sejumlah OPD
Golkar meminta proses tersebut tidak berlarut-larut. Menurut Muammar, percepatan realisasi dibutuhkan agar penyaluran tidak menumpuk menjelang penghujung tahun anggaran. Selain itu, percepatan juga dinilai dapat mencegah anggaran yang telah direncanakan justru tidak terserap secara optimal dan berujung menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).
“Penilaian kami sudah disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti supaya clean and clear dan tidak menjadi masalah di kemudian hari. Kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat,” tegasnya. Sementara, Plt Kabag Kesra Setda Lebak, Iyan Fitriyana, belum memberikan penjelasan saat dikonfirmasi mengenai rendahnya realisasi belanja hibah tersebut.(mulyana)
























