SATELITNEWS.COM, LEBAK – Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) di Kabupaten Lebak terus digenjot sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Dari total 267 unit rumah yang mendapatkan bantuan melalui APBD Kabupaten Lebak tahun anggaran 2026, sebanyak 262 unit disebut telah selesai diperbaiki.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, mengatakan proses pembangunan sebagian besar rumah penerima bantuan telah tuntas. Kini, hanya tersisa lima unit yang masih menunggu pelaksanaan pekerjaan. “Dari 267 rumah yang mendapatkan bantuan, sebanyak 262 unit sudah selesai. Tinggal lima unit lagi yang akan kami lanjutkan setelah APBD Perubahan disahkan,” kata Iwan, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memastikan program pemerintah dapat dipantau secara berkelanjutan. Rumah yang telah selesai mendapatkan bantuan akan diberi tanda khusus berupa stiker dari Pemkab Lebak.
Pemasangan stiker tersebut, kata Iwan, menjadi bagian dari pengawasan terhadap rumah penerima program. Dengan begitu, pemerintah dapat lebih mudah melakukan pengecekan sekaligus memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada sasaran. “Stiker itu untuk memudahkan kami melakukan monitoring di lapangan. Jadi bisa diketahui rumah mana saja yang sudah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Selain itu, penandaan juga akan membantu pemerintah mengidentifikasi sumber bantuan yang diterima masyarakat. Sebab, program perbaikan rumah tidak hanya berasal dari anggaran pemerintah kabupaten, tetapi juga dapat bersumber dari pemerintah provinsi maupun pusat. “Jadi nanti lebih mudah melihat bantuan itu berasal dari kabupaten, provinsi atau pusat,” tuturnya.
Iwan menambahkan, program perbaikan rumah warga tersebut direncanakan kembali masuk dalam agenda DPRKPP pada 2027. Pihaknya telah mengusulkan sebanyak 267 unit rumah untuk mendapatkan bantuan melalui program BSRS.
Baca Juga: Dihentikan, Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Hari Kesepuluh Nihil
Namun, jumlah tersebut masih dapat berkembang apabila kemampuan anggaran memungkinkan. DPRKPP berharap dukungan anggaran dapat ditingkatkan sehingga cakupan penerima manfaat juga semakin luas. “Untuk tahun depan kami kembali mengusulkan 267 unit. Mudah-mudahan bisa ada penambahan, sehingga semakin banyak rumah yang kondisinya tidak layak dapat kita perbaiki,” katanya.
Iwan menilai program BSRS memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perbaikan rumah, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kelayakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. “Program ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem. Berapa jumlahnya nanti tentu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya.(mulyana)
























