SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, terus mendorong pelaku usaha dibidang ketahanan pangan untuk terus kreatif.
Tindakan itu penting dilakukan, selain untuk menjaga ketersediaan produk ketahanan pangan, juga ssbagai upaya memudahkan pemasaran hasil pengolahan produk ketahanan pangan di Banten.
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten, Nasir M Daud mengatakan, Pemprov Banten terus berupaya dan menjaga komitmen dalam hal ketahanan pangan.
Salah satunya, melalui gelaran International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) 2026 yang berlangsung sejak 16 sampai 18 September 2026.
Dalam forum tersebut, semua pelaku usaha dari berbagai negara ikut berpartisipasi melalui dagang dan forum internasional di bidang peternakan, persusuan, pengolahan daging, serta perikanan budidaya (akuakultur).
“ILDEX Indonesia tahun 2026 merupakan penyelenggaraan ke delapan dan diikuti oleh 193 perusahaan/eksibitor dari 22 negara,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Nasir mengatakan, Pemprov Banten akan terus melakukan penguatan ketahanan pangan dari hulu ke hilir dengan berbagai kebijakan. Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi pusat perekonomian baru bagi masyarakat Banten dan sesuai dengan visi misi Gubernur Banten.
“Kita juga lakukan peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, pemanfaatan teknologi, hilirisasi, investasi, serta penguatan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, petani dan peternak,” tambahnya.
Nasir menerangkan, penyelenggaraan ILDEX Indonesia dan Horti Agri Indonesia 2026 menjadi sarana untuk memperoleh informasi dan perkembangan terbaru mengenai teknologi dan berbagai bidang lainnya.
“Ada juga untuk peralatan, produk dan inovasi pada sektor peternakan, pertanian, pengolahan pangan serta industri pendukungnya, sekaligus menjadi forum pertukaran informasi, teknologi dan pengembangan jejaring antar pemangku kepentingan,” ujarnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan, penguatan iklim usaha menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exhibition (ILDEX) Indonesia 2026.
Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha peternakan, peneliti, pelaku usaha luar negeri, dan pemerintah untuk membangun kolaborasi serta membuka peluang usaha.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
“ILDEX diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan ini adalah merupakan ajang pertemuan antara para pelaku usaha di bidang peternakan baik itu di komoditas perunggasan, ruminansia besar kemudian babi dan lain sebagainya di komoditas peternakan untuk bertemu dengan para peneliti,” pungkasnya .
“Kemudian juga para pelaku usaha dari luar negeri termasuk juga tentu dengan pemerintah dari Kementerian dan lembaga untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam rangka mendorong pembangunan peternakan dan kesehatan hewan,” sambungnya.
Menurut Agung, pameran tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan produk dan teknologi. Interaksi langsung antarpelaku usaha juga membuka ruang untuk pertukaran informasi, transaksi, inovasi, dan peluang bisnis baru.
“Karena dengan eksibisi seperti ini para pelaku usaha dapat berinteraksi, bertemu langsung, dan tentu masing-masing pelaku ini akan memamerkan produk-produknya dan di situlah terjadi diskusi,” tukasnya.
“Setelah itu terjadi transaksi dan ini tentu sangat baik karena melalui forum-forum seperti ini akan banyak inovasi-inovasi yang tersampaikan dan akan banyak juga peluang-peluang usaha yang baru,” tutupnya. (adib)
























