SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Musim kemarau panjang membuat Kabupaten Tangerang semakin rentan terhadap kebakaran. Sepanjang September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat 145 peristiwa kebakaran terjadi di berbagai lokasi.
Dari jumlah tersebut, kebakaran yang dipicu pembakaran sampah dan faktor kelistrikan, seperti korsleting listrik, mendominasi laporan yang ditangani petugas pemadam kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan berdasarkan data laporan yang diterima, 145 peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda sepanjang September 2026.
Menurut dia, rentetan peristiwa tersebut mayoritas disebabkan kelalaian dalam pembakaran sampah dan korsleting listrik.
“Rentetan peristiwa kebakaran dengan total 145 laporan insiden. Catatan investigasi menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah sembarangan (76 kasus) yang tidak terkontrol, serta faktor kelistrikan (korsleting),” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, kepada Satelit News, Jumat (18/9).
Dari total 145 peristiwa kebakaran itu, Taufik merinci, jenis kejadian yang paling mendominasi adalah kebakaran ilalang sebanyak 83 kasus dan kebakaran sampah sebanyak 26 kasus.
Sisanya berupa kebakaran bangunan rumah, pabrik, ruko, kios, dan gudang yang disebabkan korsleting listrik, hingga kendaraan bermotor.
Baca Juga: Pascakebakaran 28 Gudang di Kosambi, Kerugian Capai Rp20 Miliar
Menurut Taufik, berdasarkan data yang diterima BPBD, sebagian besar laporan datang dari warga setempat yang sigap menghubungi pusat pelaporan darurat. Kasus kebakaran tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Namun, terdapat sejumlah wilayah dengan catatan kejadian tertinggi. Kecamatan Pagedangan mencatat 14 kasus, disusul Cikupa 13 kasus, Legok 11 kasus, dan Tigaraksa 10 kasus.
“Kalau titiknya seluruh kecamatan, tetapi yang paling banyak memang terjadi di wilayah Pagedangan, Cikupa, Legok, dan Tigaraksa,” ujarnya.
Faktor cuaca kering yang ekstrem akibat El-Nino Godzilla juga menjadi pemicu utama cepat meluasnya api pada ilalang dan bangunan yang terbakar.
Kondisi tersebut juga membuat kebakaran, khususnya pada bangunan dan pabrik, menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Salah satunya terjadi di kawasan Pergudangan Kosambi Permai Extension, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
“Tentunya kerugian yang dialami tidak sedikit, terakhir di Kosambi itu mencapai Rp20 miliar kurang lebih,” katanya.
Baca Juga: Danau di Dekat Alun-alun Tigaraksa Tangerang Telan Korban Jiwa, Seorang Remaja Tewas Tenggelam
Rentetan kebakaran yang dipicu kelalaian manusia menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang rentan membuat api cepat membesar dan memicu kebakaran lebih luas.
“Maka dari itu, untuk masyarakat jangan membakar sampah sembarangan. Apalagi ini musim kemarau panjang,” imbaunya. (alfian/aditya)
















