SATELITNEWS.COM, ITALIA–Italia menutup rangkaian jeda internasional dengan hasil positif. Gli Azzurri kembali mengalahkan Turki, kali ini dengan skor 3-1 dalam lanjutan Nations League di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, kemarin.
Ini menjadi kemenangan kedua Italia atas Turki dalam kurun waktu tujuh hari. Sebelumnya, Italia menghantam Turki 4-1 di Bursa. Hasil tersebut sekaligus mengangkat Italia ke posisi kedua Grup A1 dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Italia berada di bawah Prancis yang mengoleksi 10 poin, sedangkan Belgia berada di posisi ketiga dengan enam poin. Turki masih menjadi juru kunci tanpa poin.
Namun, kemenangan di Bologna tidak diraih dengan penampilan semeyakinkan saat pesta gol di Bursa. Roberto Mancini melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain dibandingkan ketika Italia bermain imbang 1-1 melawan Prancis.
Hanya Gianluca Donnarumma dan Alessandro Bastoni yang kembali menjadi starter. Di lini tengah, Alessandro Romano dan Issa Doumbia mendapat kesempatan tampil sejak menit awal, sementara Antonio Vergara juga dipercaya mengisi lini depan bersama Gianluca Scamacca dan Daniel Maldini.
Banyaknya perubahan membuat Italia membutuhkan waktu untuk menemukan ritme. Turki justru tampil berani sejak awal dan beberapa kali mampu memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Italia.
Donnarumma harus bekerja keras pada fase awal pertandingan. Aral Simsir menjadi salah satu pemain Turki yang paling merepotkan, termasuk ketika kiper Italia itu menggagalkan sejumlah peluang lawan.
Baca Juga: Kalahkan Belgia, Comeback Kilat Prancis
Italia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-26. Gianluca Scamacca memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah bola hasil kombinasi Di Lorenzo dan Doumbia membuat pertahanan Turki kehilangan kendali.
Turki tidak menyerah. Pada menit ke-61, Simsir memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hanya tiga menit berselang, Italia kembali memimpin. Riccardo Calafiori mencetak gol yang membuat Gli Azzurri kembali berada di depan.
Mancini kemudian memasukkan Pio Esposito, dan keputusan tersebut kembali membuahkan hasil. Penyerang muda itu mencetak gol pada menit ke-87 sekaligus memastikan kemenangan Italia 3-1.
Mancini tidak menutup mata bahwa penampilan Italia kali ini tak mempesona. Pelatih berusia 61 tahun itu menyebut banyaknya perubahan pemain dan faktor kelelahan membuat permainan Italia kehilangan kelancaran.
“Kami mengalami kesulitan di awal, tetapi kami bagus dalam mengambil kembali kendali pertandingan,” kata Mancini.
Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Malam Luar Biasa!
“Kami harus terus bermain. Sekarang kami berada di posisi kedua dan kemungkinan besar kami harus berjuang mempertahankan posisi itu di Belgia,” tegas eks pelatih Inter Milan itu.
Italia kini memiliki modal penting untuk melanjutkan perjuangan di Nations League. Gli Azzurri selanjutnya akan menghadapi fase krusial pada November, termasuk duel melawan Belgia yang berpotensi menentukan posisi kedua Grup A1.
“Kami harus terus seperti ini. Pada November kami harus siap untuk mempertaruhkan semuanya di Belgia,” tutup Mancini. (rmg)




















