SATELITNEWS.COM, SERPONG—Ribuan siswa dan siswi SMK Pustek Serpong Kota Tangerang Selatan, memadati halaman sekolah dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti kegiatan Lentera Lestarupa Show, pada Sabtu (24/10/2026). Aksi kreatif berskala besar ini digelar khusus sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan nyata terhadap bahasa Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Bahasa.

Kepala Sekolah SMK Pustek Serpong, H. Masri mengatakan bahwa momentum Bulan Bahasa ini memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Menurutnya, perayaan ini menjadi alarm pengingat bagi generasi muda tentang komitmen besar para pemuda terdahulu dalam menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Sebagai lembaga pendidikan, lanjut H. Masri menjelaskan, SMK Pustek Serpong menyadari betul tanggung jawab besar dalam membangun fondasi literasi para siswanya. Sekolah dinilai menjadi garda terdepan untuk memupuk kesadaran akan pentingnya berbahasa dan bersastra.

“Kami berharap melalui peringatan Bulan Bahasa ini, siswa tidak hanya mahir secara fungsional dalam berbahasa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap sastra dan budaya nusantara,” terang H. Masri saat memberikan keterangan kepada satelitnews.com
Ia juga menambahkan, tantangan di era modern menuntut keteguhan sikap dari para generasi muda agar tidak kehilangan arah.
“Apalagi di tengah hantaman arus globalisasi saat ini, sangat krusial bagi anak-anak muda kita untuk tetap berdiri tegak dan bangga dengan identitas bahasanya sendiri,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua OSIS SMK Pustek Serpong, Marfa Almi menuturkan, ajang Lentera Lestarupa Show ini dirancang khusus untuk memantik minat, kreativitas, serta inovasi literasi di kalangan pelajar.
Kemeriahan acara diisi dengan beragam aksi unjuk bakat, mulai dari Musikalisasi Puisi, Drama Musikal, Bazar, hingga Pameran Otomotif yang menampilkan deretan motor hasil modifikasi kreasi mandiri para siswa.
“Kami berharap kegiatan ini bisa mendongkrak kompetensi teman-teman dalam penguasaan bahasa, mempertajam keterampilan praktis, sekaligus mempererat solidaritas antar-siswa,” ujar Marfa Almi.
Bagi Malfa, Bulan Bahasa merupakan momentum krusial untuk merekatkan kembali fungsi bahasa Indonesia sebagai perekat persatuan bangsa di tengah derasnya tantangan era modern.
“Sebagai generasi muda, mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai alat komunikasi, jembatan ilmu pengetahuan, maupun fondasi budaya,” tutupnya. (evi)

















